utherakalimaya.com

  • Home
  • Features
  • _ARTIKEL
  • _CATATAN
  • _UNDANGAN
  • DOKUMENTASI
  • contact


Kalau kamu lagi cari lomba yang nggak cuma seru tapi juga berdampak, ini saat yang tepat. Tahun 2026, Bank Indonesia bareng Pemerintah Provinsi Banten dan Bapenda Provinsi Banten menghadirkan dua lomba menarik dalam rangkaian DIGIWARA (Digital Jawara) 2026 dan Shafara – Sharia Festival Jawara 2026. Yang bikin beda, lomba ini nggak cuma buat satu kalangan aja. Ada yang khusus untuk pemerintah daerah, tapi ada juga yang terbuka untuk masyarakat umum. Jadi, peluang ikutnya makin luas!

1. Lomba Program Unggulan ETPD: Buat Pemda yang Punya Inovasi Keren


Buat kamu yang kerja di pemerintahan daerah (OPD), lomba ini bisa jadi ajang unjuk gigi. Lewat Program Unggulan ETPD (Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah), kamu diminta bikin video tentang program digital yang sudah benar-benar berjalan.

Misalnya? Bisa tentang pembayaran pajak online, retribusi digital, bantuan sosial non-tunai, sampai layanan transportasi berbasis digital. Tapi ingat, bukan sekadar ide ya, yang dinilai itu implementasi nyata dan dampaknya ke masyarakat.

Yang bikin seru, videonya harus diposting di TikTok atau Instagram. Jadi selain dinilai juri, kamu juga punya kesempatan viral!

2. Lomba Edukasi Pembayaran PKB Pakai QRIS: Terbuka untuk Umum!


Nah, kalau kamu bukan dari instansi pemerintah, tetap bisa ikut lewat lomba ini. Tema yang diangkat simpel tapi penting: “Bayar PKB Lebih Mudah Pakai QRIS.” Artinya, kamu diminta bikin video edukasi soal pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor secara digital.

Kontennya bebas! Mau storytelling? Boleh. Mau edukasi serius? Gas. Mau konten santai atau lucu? Justru makin menarik. Yang penting pesannya nyampe: bayar pajak sekarang makin gampang dengan QRIS.

Kenapa Lomba Ini Menarik?

Bukan cuma soal hadiah (yang jelas jutaan rupiah), tapi juga karena:

✔ Kamu ikut mendorong digitalisasi di daerah

✔ Kontenmu bisa dilihat banyak orang

✔ Bisa jadi portofolio keren (terutama buat content creator)

✔ Ikut berkontribusi dalam edukasi publik

Sistem Penilaian: Nggak Cuma Keren, Tapi Harus Bermakna

Penilaian lomba ini cukup adil dan menyeluruh. Untuk kategori terbaik, fokusnya ada di:

Cerita dan isi (70%)

Kreativitas video (30%)

Sementara untuk kategori favorit, ditentukan dari seberapa ramai interaksi di media sosial. Jadi makin banyak yang nonton, like, komen, dan share, peluang menang makin besar!

Catat Tanggal Pentingnya!

🗓 Pendaftaran & pengumpulan karya:

17 April – 17 Mei 2026

🏆 Pengumuman pemenang:

24 Mei 2026

Hadiah? Jelas Ada!

Total hadiah jutaan rupiah sudah disiapkan. Bahkan untuk juara utama bisa dapat hingga Rp5.000.000 + plakat/sertifikat. Lumayan banget, kan?

Cara Ikutnya Gampang

Tinggal daftar lewat link berikut:

🔗 ETPD:

bit.ly/PendaftaranProgramUnggulanETPD2026

🔗 Edukasi PKB QRIS:

bit.ly/PendaftaranEdukasiPembayaranPKBPakaiQRIS

📞 Narahubung: 0812-9581-4205 (Miftahul)

Yuk, Ikut Jadi Bagian dari Perubahan!

Sekarang zamannya serba digital, termasuk urusan pembayaran dan layanan publik. Lewat lomba ini, kamu nggak cuma ikut kompetisi, tapi juga jadi bagian dari perubahan ke arah yang lebih modern dan efisien. Jadi, mau ikut yang mana? 😉



  • 0 Comments

 



Genks, Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten kembali menggelar Festival Cagar Budaya 2024 dengan tema Rempah Menyatukan Budaya Nusantara. Acara yang akan digelar pada tanggal 9-10 November 2024 di Marbella Hotel Anyer ini dimeriahkan berbagai pagelaran dan perlombaan. Salah satunya adalah Lomba Fotografi Cagar Budaya di Provinsi Banten. Yuk, simak petunjuk teknisnya!

Latar Belakang

Warisan Cagar Budaya merupakan salah satu kekayaan daerah yang memiliki kekhasan tersendiri. Masing – masing daerah di Indonesia memiliki warisan  cagar budaya yang berbeda dan unik. Keunikan ini menjadi kekayaan lokal bagi tumbuh kembangnya nasionalisme dalam pluralisme. Dalam rangka pelestarian warisan cagar budaya di Provinsi Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Provinsi Banten akan menggelar Lomba Fotografi Warisan Cagar Budaya.

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Memperkenalkan Warisan Cagar Budaya Provinsi Banten dalam bentuk  gambar/foto.

2. Sebagai media menggali potensi generasi muda dan masyarakat dalam mengenal dan memahami tentang Warisan Cagar Budaya.

3. Sebagai sarana memperkaya referensi dan dokumen Warisan Cagar Budaya dalam bentuk gambar/foto.

TEMA

“Cagar Budaya di Provinsi Banten”

KETENTUAN UMUM  

1. Kategori Umum

a. Memiliki kartu identitas diri ditunjukan dengan (KIA/Kartu Pelajar/KTP/ Surat keterangan Domisili di wilayah Provinsi Banten)

2. ASN dan Pegawai Non ASN Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tidak diperbolehkan mengikuti lomba.

3. Karya foto yang dikirim adalah karya sendiri, yang belum pernah dipublikasikan di media cetak / digital, dan belum pernah memenangkan penghargaan dalam lomba fotografi apapun, serta belum pernah disertakan dalam bentuk kegiatan apapun.

4. Foto dalam format digital. Foto diambil menggunakan kamera digital DSLR atau mirorless yang mendukung ketentuan format foto (tidak diperkenankan menggunakan kamera drone dan Handphone) . 

5. Peserta dapat memilih objek fotografi Cagar Budaya yang berada di wilayah Provinsi Banten.

6. Setiap pengiriman karya fotografi WAJIB mencantumkan : 

-Judul Foto

- Nama       Fotografer

7. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten berhak untuk mempublikasikan foto baik yang menjadi juara ataupun tidak dan menjadi hak milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tidak dapat dituntut atau digugat.

8. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tidak bertanggungjawab atas tuntutan dari pihak manapun terkait karya foto.

9. Apabila terjadi pelanggaran hak cipta (mengikutsertakan karya orang lain tanpa persetujuan atau plagiat), maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mempersilahkan pihak – pihak yang dirugikan untuk menyelesaikan melalui peradilan dan bila diputuskan terbukti adanya pelanggaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten akan mencabut hak – hak kejuaraannya.

KETENTUAN PENILAIAN JURI :

1. Seluruh karya yang masuk akan diseleksi oleh dewan juri, untuk mendapatkan 30 nominasi karya terbaik, untuk dinilai mendapatkan juara 1, 2 dan 3.

2. Nominasi karya terbaik akan diumumkan pada Hari Sabtu tanggal 9 November 2024 di acara Festival Cagar Budaya dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

3. Karya fotografi diterima paling lambat tanggal 5 November 2024 pukul 24.00 WIB, apabila melewati batas waktu tersebut maka karya dinyatakan gugur.

4. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.


 KETENTUAN KHUSUS

1. Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 5 (lima) karya foto dengan objek yang berbeda dalam format soft copy digital (JPG) dengan rasio 3:4

2. Edit hanya diperbolehkan untuk kebutuhan minor (saturasi, contrast, tone)

3. Dengan mengirimkan karya foto dalam formulir dengan link : s.id/lombafotocagarbudaya

4. Menandatangani surat pernyataan (form terlampir), peserta dianggap telah menyetujui semua persyaratan  dan Kebudayaan Provinsi Banten.

5. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten berhak mendiskualifikasi karya foto peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap tidak memenuhi ketentuan.

6. Tidak dipungut biaya apapun untuk mengikuti lomba fotografi cagar budaya.

8. Pengumpulan  karya  foto  soft copy bersamaan dengan formulir pendaftaran.

9. Seluruh Peserta wajib hadir pada saat acara festival cagar budaya tanggal 10 November 2024 di Hotel Marbella Anyer dan membawa Surat pernyataan keaslian karya.

KRITERIA PENILAIAN

Mutu Teknis, Estetika, Tingkat Kesulitan, Keunikan Lokasi Cagar Budaya

1. Komposisi

2.Ketajaman gambar

3.Pencahayaan

HADIAH LOMBA

Juara I : Piagam Penghargaan, Trophy, Uang Pembinaan sebesar Rp.7.500.000,-

Juara II : Piagam Penghargaan, Trophy, Uang Pembinaan sebesar Rp.5.500.000,-

Juara III : Piagam Penghargaan, Trophy, Uang Pembinaan sebesar Rp.3.500.000,-

Juara Harapan I: Piagam Penghargaan, Trophy, Uang Pembinaan sebesar Rp.2.000.000,-

Juara Harapan II: Piagam Penghargaan, Trophy, Uang Pembinaan sebesar Rp.1.500.000,

Juara Harapan III: Piagam Penghargaan, Trophy, Uang Pembinaan sebesar Rp.1.000.000,-

Juara Harapan III: Piagam Penghargaan, Trophy, Uang Pembinaan sebesar Rp.1.000.000,-

(*uang pembinaan dipotong pajak)

INFORMASI LOMBA

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Bidang Kebudayaan, Jalan Syech Nawawi Al- Bantani (KP3B) Kota Serang- Banten.

Narahubung :

Adjat :  081297865947

Email :  adjatbrown@gmail.com


  • 0 Comments




Dalam rangka mencari bakat-bakat kepenulisan, Oase Grup, Penerbitan dan Percetakan Oase mencari penulis dengan karya-karya terbaik, nih. Dengan misi meningkatkan kebiasaan menulis dan membaca terutama bagi generasi milenial, tentunya tim Oase berharap agar karya-karya yang dihasilkan adalah karya orisinal milik penulis sendiri sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap individu.
“Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” -Pramoedya Ananta Toer-
SYARAT UMUM
1. Peserta umum tidak dibatasi usia
2. Peserta wajib like fanpage facebook Oase Pustaka klik link https://www.facebook.com/oasepustaka/ karena informasi ada di fanpage Oase Pustaka
3. Share info lomba ini dengan tag 15-20 orang teman. Boleh melalui facebook, instagram, whatsapp, twitter dan media social lainnya. Diutamakan facebook karena informasi ada di facebook.
4. Karya orisinil, belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutkan lomba lain
5. Tidak menyinggung SARA
6. Boleh mengirimkan maksimal 3 karya
FORMAT PENULISAN
1. Deadline penerimaan naskah 30 JANUARI 2020
2. Hasil lomba diumumkan tanggal 28 FEBRUARI 2020
3. Pengumuman Hadiah dan penerbitan buku tanggal 20 MARET 2020
4. Karya dikirim melalui form http://bit.ly/sayembaraliterasijilid1_2020 klik link tersebut dan isi form sampai selesai
5. Apabila ada pertanyaan bisa langsung ditanyakan lewat WA. Pengumuman pemenang dan buku peserta yang lolos seleksi akan diinformasikan melalui FB, website, atau via chat WA.
6. Setiap minggunya akan kami update peserta di facebook atau di fanpage facebook kami.
7. Mohon untuk tidak mengirim naskah dua kali.
HADIAH
1. Juara 1: Piala, Sertifikat, Buku Terbit, Paket Buku Senilai 300.000, Voucher Penerbitan GRATIS senilai 500.000
2. Juara 2: Piala, Sertifikat, Buku Terbit, dan Paket Buku Senilai 300.000
3. Juara 3: Piala, Sertifikat, dan Buku Terbit
4. Seluruh peserta lolos seleksi mendapat e-sertifikat
5. Seluruh kontributor TERPILIH mendapat sertifikat yang akan dikirim bersama buku cetak
6. Seluruh karya terbaik dibukukan

DEADLINE 30 JANUARI 2020
PENGUMUMAN 28 FEBRUARI 2020
PEMBAGIAN HADIAH 20 MARET 2020

INFO LEBIH LANJUT
0852 2814 3411


  • 0 Comments



Festival Literasi Tangsel mengundang kamu untuk ikut serta dalam program Antologi Festival Literasi Tangsel 2019.
Di tahun ketiga penyelenggaraan, FLT mengangkat tema lokal yang barangkali telah akrab dan pernah kita dengar, yaitu pamali. Sebagai budaya tutur, pamali memiliki dinamika yang unik. Beberapa pamali lahir, hilang, dan bertahan di masyarakat. Namun ada masa dimana pamali mengalami pergeseran nilai.
Untuk itu FLT mengajak teman-teman bereksplorasi dengan pamali lewat program Open Call Antologi. Kirim naskah terbaikmu berupa puisi, cerpen, atau esai paling lambat sebelum 05 Oktober 2019.
Selamat Berkarya!
Daftar: bit.ly/antologiFLT2019
  • 0 Comments


Selamat pagi, tuan dan puan penyair. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan pada kami. Karena kami tidak bisa menjawab secara langsung, barangkali jawaban itu bisa tuan dan puan dapatkan di Frequently Asked Question (FAQ) ini. Jika tuan dan puan penasaran dengan keterlibatan peserta, bisa tuan dan puan lihat di link ini.

1. Siapa sih yang mengadakan acara Menulis Puisi Multatuli ini?
 Pemda  Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui platform Indonesiana.

2. Apa tujuan penerbitan buku puisi Multatuli ini?
Untuk menghasilkan karya berupa puisi sebagai bagian dari dokumentasi kolektif masyarakat  yang bertemakan atau mengambil inspirasi dari sikap dan pemikiran Multatuli. Dengan menjaring puisi-puisi dari masyarakat ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan pada teks atau bahasa dalam bentuk puisi dan menjadi salah satu upaya dalam menciptakan ekosistem kebudayaan yang diusung dalam Festival Seni Multatuli, yaitu bahasa.

3. Kenapa temanya harus Multatuli? Siapa sih dia?
Multatuli merujuk pada Eduard Douwes Dekker yang pernah menjabat sebagai Asisten Residen Lebak. Tugasnya itu ia selesaikan dalam 84 hari kemudian mengundurkan diri setelah berselisih paham dengan atasannya. Eduard kemudian pergi menuju Belgia dan menuliskan kegelisahaannya dalam roman berjudul Max Havelaar. Roman itu kemudian mengubah pandangan politik kolonial, dan melahirkan para pemuda yang kemudian turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dan Rangkasbitung yang semula hanya kota kecil di ujung selatan, kemudian menjadi basis perjuangannya.

4. Kenapa usia harus menjadi salah satu poin dalam persyaratan?
Batasan usia 20-40 tahun diambil dari rentang perjalanan Eduard Douwes Dekker yang diangkat menjadi  Ambtenaar Pamong Praja di Sumatra Barat pada usia awal 20-an hingga ia mengurung diri di salah satu kamar hotel di Brussel untuk menulis novel Max Havelaar dan melahirkan nama Multatuli pada usia akhir 30-an.

5. Berapa minimal pengiriman puisi?
Para penyair diharapkan mengirim minimal 3 (tiga) judul puisi, maksimal 5 judul.  Hal ini untuk memudahkan kurasi dan pembukuan karya.

6. Apa saja yang akan didapatkan dari Undangan Menulis Puisi Multatuli ini?
Selain berkesempatan untuk terlibat mewujudkan tujuan dan harapan yang telah dijelaskan pada jawaban sebelumnya, setiap peserta Undangan Menulis Puisi Multatuli ini juga akan berkesempatan mendapatkan 2 (dua) eksemplar buku Antologi Puisi Multatuli dan souvenir menarik panitia Penerbitan Buku Puisi Multatuli, dari Festival Seni Mulatuli 2018 dan sponsor.

7. Apakah acara ini berbayar?
 Para peserta tidak dipungut biaya. Gratis.

8. Berapa eksemplar puisi yang diterbitkan dan bagaimana pendistribusiannya?
Buku Antologi Puisi Multatuli ini rencananya akan diterbitkan sebanyak 1000 eksemplar  dan akan didistribusikan atau dikirimkan pada Taman Bacaan Masyarakat dan Perpustakaan. Pendistribusian dilakukan secara mandiri oleh tim maupun bekerjasama dengan gerakan literasi sehingga diharapkan puisi-puisi hasil perenungan para penyair di dalam buku Antologi Puisi Multatuli ini dapat dibaca oleh masyarakat di seluruh daerah di Indonesia.

9. Jika ingin memenuhi Undangan Menulis Puisi Multatuli ini, puisi harus dikirimkan kemana?
Naskah puisi bisa dikirimkan melalui e-mail: puisi.multatulifest@gmail.com

Pertanyaan lainnya, silakan menghubungi:
Uthera Kalimaya 087878705872 (Hanya Whatsapp)

Official
www.museummultatuli.id

Facebook: Festival Seni Multatuli 2018
Instagram: @festivalsenimultatuli
Twitter: @FS_Multatuli

Platform:
@platform_Indonesiana


Official Instagram Direktorat Jenderal Kebudayaan
@budayasaya

  • 0 Comments


Latar Belakang

Pada 21 Januari 1856, Multatuli alias Eduard Douwes Dekker pertama kali tiba di Rangkasbitung. Bertugas sebagai Asisten Residen Lebak. Tidak kurang dari 84 hari ia bekerja di Rangkasbitung lalu mengundurkan diri setelah berselisih paham dengan atasannya. Multatuli kemudian pergi menuju Belgia dan menuliskan kegelisahannya dalam bentuk roman berjudul Max Havelaar.
Pada tahun 2015 berdiri sebuah museum bernama Museum Multatuli. Menempati bangunan Bekas Wedana Rangkasbitung (1923). Museum yang terdiri atas 7 ruangan ini menampilkan 4 tema besar yaitu antikolonialisme, Multatuli dan karyanya, sejarah Lebak dan Banten, serta Rangkasbitung masa kini.
      Pada tahun 2016 delegasi pejabat dan guru dari Pemerintah Kabupaten Lebak berkunjung ke Belanda, mengunjungi Arsip Nasional Belanda, dan Museum Multatuli di Amsterdam. Kunjungan dalam rangka membangun komunikasi dan persahabatan di antara lembaga-lembaga tersebut guna keberlangsungan Museum Multatuli yang sedang dirintis.
Setahun kemudian atau pada 2017 proses pengisian Museum Multatuli berlangsung. Terdiri atas pengadaan interior museum, peralatan studio visual, pengadaan reflika artefak, website museum, film dokumenter, dan pengadaan patung Multatuli, Saidjah, dan Adinda. Pada 11 Februari 2018 Museum Multatuli dibuka untuk umum oleh Bupati Lebak (Iti Octavia Jayabaya) disaksikan oleh Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI (Hilmar Farid) dan tamu undangan.
Menindaklanjuti pendirian Museum Multatuli pada 2015, pertemuan 2016, proses pengadaan konten museum pada 2017, dan pembukaan museum pada 2018, Pemerintah Kabupaten Lebak mengadakan kegiatan Festival Seni Multatuli di 2018 ini.
Festival Seni Multatuli 2018 adalah salah satu cara mengenalkan sejarah kepada masyarakat terutama kaum muda di Kabupaten Lebak secara menyenangkan. Melalui Museum Multatuli dan Multatuli Arts Festival dengan beragam kegiatan di dalamnya.
Penerbitan dan bedah buku merupakan salah satu kegiatan dalam Festival Seni Multatuli 2018. Penerbitan karya berupa puisi dalam Festival Seni Multatuli ini diilhami dari berbagai festival sastra yang menghasilkan karya sebagai bagian dari dokumentasi memori kolektifnya. Penerbitan buku puisi ini bertujuan menjaring puisi-puisi dari masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa pengirim karya untuk kemudian diterbitkan bersama dalam buku Antologi Puisi Multatuli. Penerbitan buku puisi juga sejalan dengan objek pemajuan kebudayaan yang diusung dalam Festival Seni Multatuli, yaitu bahasa.

Persyaratan Peserta
1. Terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) usia 20-40 tahun (dibuktikan dengan KTP/sejenis)
2. Tema puisi “Multatuli”.
3. Puisi adalah karya asli, bukan plagiat atau saduran.
4. Puisi belum pernah dipublikasikan di surat kabar, buku, dan/atau media lainnya.
5. Puisi diketik dengan huruf Times New Roman, ukuran 12 pt, spasi 1.
6. Mengirimkan minimal 3 (tiga) maksimal 5 (lima) judul puisi
7. Sertakan biodata lengkap berupa narasi (cantumkan alamat dan nomor hp) dalam satu file (tidak terpisah), dan lampirkan scan KTP.
8. Kirim ke alamat email: puisi.multatulifest@gmail.com
9. Puisi dikirim paling lambat pada 10 Agustus 2018 pukul 00.00 WIB.
10. Pengumuman puisi terpilih pada 13 Agustus 2018 dan di website dan semua akun media sosial Museum Multatuli dan akun official Festival Seni Multatuli 2018
11. Penyair yang puisinya lolos kurasi akan mendapatkan buku Antologi Puisi Multatuli masing-masing 2 eksemplar dan souvenir Festival Seni Mulatuli 2018
12. Kegiatan ini tidak dipungut biaya (gratis)

Kurator Puisi
1.    Toto ST. Radik, Penyair.
2.    Firman Venayaksa, Akademisi.

Informasi lebih lanjut silakan hubungi
Narahubung: Uthera Kalimaya 087878705872 (Hanya Whatsapp)

Official Sosial Media Festival Seni Multatuli
Facebook: Festival Seni Multatuli 2018
Instagram: @festivalsenimultatuli
Twitter: @FS_Multatuli

Museum Multatuli
Facebook: Museum Multatuli
Youtube: Museum Multatuli
Twitter: @multatulimuseum
Instagram: @museummultatulilebak

  • 0 Comments




Sudah lama tidak menulis cerpen, ada info lomba menggairahkan mengenai mitologi di Indonesia. Alhasil, kembali membuka arsip lama dan melihat-lihat apakah ada garapan yang bisa kuikutsertakan, atau harus membuat cerpen baru. Heuheu.

Berikut info lombanya. Ikut, yuk?

Mitologi Indonesia adalah istilah untuk menyebutkan mitologi di Indonesia. Mitologi Indonesia biasanya dipenuhi oleh nilai-nilai dan petuah kehidupan. Sebagai mitologi, sangatlah umum kalau diceritakan dari mulut ke mulut. Mengenai proses penyampaiannya, sudah pasti akan ada beberapa versi dari satu mitologi.  Umumnya mitologi Indonesia memuat kisah keadaan awal dunia, kisah dewa-dewi dan makhluk supranatural, dan kisah asal mula sesuatu.
Indonesia sebagai pusat perdangangan pada masa lalu. Pedagang Buddha dan Hindu ikut menyebarkan agamanya. Pada perdagangan dan penyebaran agama inilah, Indonesia mengadaptasi budaya luar. Bukti pengaruh tersebut dapat disimak hingga masa kini, baik dari istilah maupun cerita. Beberapa istilah di Indonesia, seperti “batara”, “dewa”, “bidadari”, dan “raksasa”, merupakan kata-kata dari bahasa Sanskerta yang dipengaruhi oleh mitologi Hindu dan Buddha. Pengaruh mitologi Hindu dan Buddha dapat diamati dari kesamaan beberapa mitos lokal di Indonesia. Beberapa suku di Indonesia memiliki kisah tentang tokoh mitologis dengan nama yang sama, namun dengan versi yang berbeda. Misalnya Batara Guru dalam mitologi Batak, Bali, dan Jawa; Dewi Sri dalam mitologi Sunda dan Bali.
Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi. Hal ini disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan zaman. Menurut Moens Zoeb, orang Jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewi Hindu sebagai dewa-dewi Jawa. Bahkan orang Jawa pun percaya bahwa mitos-mitos tersebut terjadi di Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai Gunung Suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa.
Adapun yang dilombakan adalah:
(1)  Bagaimana kita menciptakan mitologi-mitologi baru. Misalnya kita telah mengenal Dewi Sri sebagai Dewi Padi. Akan tetapi kita hampir tidak mengenal dewi jagung, dewi ketela pohon, atau dewi gandum, dewa para penambang, dan lain-lain.
(2)  Bagaimana kita menulis versi-versi baru dari mitologi yang pernah ada. Misalnya di Jawa dunia diciptakan oleh Sang Hyang Wenang lalu diberikan kepada Semar, Togog, dan Bathara Guru. Jangan-jangan ada versi lain?  Kreativitas menciptakan versi baru akan sangat dihargai dalam lomba ini.
(3)  Kisah asal mula sesuatu juga belum dieksplorasi. Kita  sering mengenal asal mula dunia. Akan tetapi kita jarang mengenal asal mula keong, asal mula bebek, atau asal mula batu raksasa disuatu tempat. Menuliskan mitologi baru semacam ini jelas merupakan tantangan yang akan sangat dihargai.
(4) Penulisan kisah makhluk supranatural juga masih sedikit. Jangan-jangan Anda bisa mendeskripsikan makhluk supranatural baru untuk memperkaya mitologi Indonesia.
KETENTUAN UMUM
Tiap peserta boleh mengirimkan paling banyak tiga naskah.Naskah belum pernah dipublikasikan baik sebagian maupun seluruhnya.Naskah tidak sedang diikutkan dalam lomba serupa.Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.Tema bebas.Naskah merupakan karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan baik sebagian atau seluruhnya, dibuktikan dengan surat pernyataan diatas materai Rp.6000,00.
KETENTUAN KHUSUS
Peserta merupakan warga negara IndonesiKategori pelajar: peserta berstatus siswa SMA/SMK/MA atau sederajat.Kategori umum: peserta non pelajarPanjang karya 9.000-15.000 karakter, halaman A4, spasi 1,5, huruf  Times New Roman ukuran 12.Berkas yang berisi:Salinan tanda pengenal (KTP/Kartu OSIS)Surat pernyataan naskah asli/tidak plagiasi bermaterai (format unduh disini)Biodata penulis (format bebas)Empat salinan naskah (hard copy)Naskah diterima panitia paling lambat 31 Maret 2018 (cap pos atau diantar langsung).
dikirim ke:
Panitia Sayembara Nasional “Penulisan Cerpen Mitologi” IKIP Veteran Semarang 2017
Gedung C lantai 1 Jl. Pawiyatan Luhur IV No.17 Bendan Dhuwur -Gajah Mungkur  Semarang, Kode pos 50233  (024) 8316118, 085800008145, 082242081375
DEWAN JURI
Triyanto Triwikromo, pemeroleh penghargaan dari Majalah Temposebagai Tokoh Seni 2015 untuk bidang puisi. Ia juga mendapat Penghargaan Sastra 2009 Pusat Bahasa dan Kesetiaan Berkarya 2017 dari Kompas. Pada 2017 pria yang bekerja sebagai wartawan di Harian Umum Suara Merdeka dan mengajar Penulisan Kreatif di Fakultas Ilmu Budaya Undip ini memperoleh beasiswa unggulan dari Kemdikbud untuk residensi sastra ke Jerman selama tiga bulan.

Putu Fajar Arcana, redaktur sastra Kompas di Jakarta. Ia juga menjadi editor untuk beberapa buku terbitan Penerbit Buku Kompas. Atas dedikasinya yang besar dalam dunia sastra, ia tercatat pernah beberapa kali meraih penghargaan diantaranya: mendapatkan penghargaan Widya Pataka untuk bukunya Manusia Gilimanuk dari Pemerintah Daerah Bali (2012). Naskah monolognya berjudul Pidato termaktub dalam 12 naskah terbaik dalam lomba Naskah Monolog Anti Budaya Korupsi 2004.

Arief Santoso, pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM. Ia redaktur sastra dan redaktur pelaksana Jawa Pos. Sebagai jurnalis, ia telah keliling dunia dan menulis reportase-reportase penting dan menjadi juri aneka budaya.
HADIAH & PENGHARGAAN
Kategori UMUM
Juara I : Rp 5.000.000,00 + Trofi + SertifikatJuara II : Rp 3.000.000,00 + Trofi + SertifikatJuara III : Rp 2.500.000,00 + Trofi + Sertifikat10 naskah terpilih @Rp 1.000.000,00
Kategori Pelajar
Juara I : Rp 3.500.000,00 + Trofi + SertifikatJuara II : Rp 2.500.000,00 + Trofi + SertifikatJuara III : 500.000,00 + Trofi + Sertifikat10 naskah terpilih @Rp 500.000,00

Naskah pemenang dari semua kategori akan diterbitkan dalam buku  “Karya Terbaik Sayembara Nasional Penulisan Cerpen Mitologi” .
  • 0 Comments


Menulis cerita pendek yang berangkat dari “dunia dongeng” tidaklah lebih sulit dari menulis cerita pendek yang berangkat dari “dunia nyata” (realitas keharian). Demikianlah “dunia dongeng” pernah diakui oleh hampir semua pengarang sebagai latar belakang kerja sastranya. Dongeng yang diceritakan oleh seorang ibu yang bijaksana menjelang si anak tidur sangat membekas dalam benak ketika si anak telah menjadi seorang pengarang. Dongeng-dongeng tersebut tentu saja tidak langsung “nyelonong” dalam karya sastra yang dihasilkan, tetapi mengalami serangkaian proses kreatif yang boleh jadi sejalan atau bertentangan dengan dongeng-dongeng aslinya. Bahkan boleh jadi juga tidak lagi dapat terlacak sebagai “dongeng”, tapi sebuah cerita baru dalam realitas dunia kedua (realitas imajiner).

Dengan demikian yang tertinggal dalam sebuah cerita pendek yang berangkat dari “dunia dongeng” ini hanyalah gejala “atavisme” dari dongeng, sebuah gejala yang “mewahyukan” keturunan dari realitas dunia kedua (realitas imajiner) yang tentunya tidak bisa diukur lagi dengan menggunakan ukuran-ukuran realitas dunia pertama atau realitas keseharian. Dalam realitas dunia kedua ini tokoh-tokoh, latar belakang (setting) maupun alur cerita boleh bersifat manasuka. Orang-orang boleh tak lagi manusia darah-daging, boleh manusia-manusia lunatik, manusia-manusia super, atau bahkan manusia bukan “manusia”. Itulah manusia imajiner sebagai tokoh (tokoh) yang bermain dalam cerpen dari dunia dongeng ini. Demikian pula dengan setting boleh tidak di dunia, boleh di akhirat (seperti cerpen “Sebelum Pertemuan Dimulai” karya A.A. Navis), atau tidak di mana-mana (seperti cerpen “GODLOB” karya Danarto). Sedang alur pun boleh tanpa alur sama sekali. Inilah wajah cerper-cerpen dari dunia dongeng. Sebuah cerpen modern yang lain dari sebuah cerita dongeng dalam pengertian “cerita rakyat” yang bersifat fantasi itu.

Cerpen-cerpen dari dunia dongeng telah banyak ditulis orang. Para cerpenis entah sengaja atau tidak telah terlibat dalam fantasi dunia dongeng dalam menyelesaikan cerpennya. Entah tokoh yang menjelma menjadi manusia lunatik, manusia super, atau manusia tak teridentifikasi, entah latar atau setting tempat dan waktunya tak diketahui, atau pun alurnya yang berkelindang bagai labirin tak berkesudahan. Para cerpenis dunia seperti Leo Tolstoi, Albert Camus, Samuel Beckett, Edgar Allan Poe, Ryunosuke Akutagawa, Mark Twain, Oscar Wilde, Salman Rushdie, Frank Stockton (sekadar menyebut beberapa nama) telah menyelipkan gejala “atavisme” dari dunia dongeng dalam karya-karyanya. Demikian pula dengan pengarang-pengarang senior Indonesia seperti Danarto, Budi Darma, Iwan Simatupang, Putu Wijaya, Eka Kurniawan, sampai kepada Hudan Hidayat. Tokoh-tokoh cerpennya tak gampang dilupakan.

Para penulis Sulsel yang mengolah cerpen-cerpen dari dunia dongeng seperti ini juga tidak sedikit. Cerpen Faisal Oddang (Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon), Badaruddin Amir (Latopajoko), Dul Abdul Rahman (Lelaki Parakang), untuk menyebut beberapa contoh, dapat dikategorikan sebagai cerpen-cerpen yang berangkat dari dunia dongeng. Dunia dongeng dengan fantasi yang kaya dan beraneka ragam, imajinasi yang “liar” dan transenden , pesan-pesan lokal yang bijaksana sangat menentukan cerpen-cerpen yang berkategori “dunia dongeng” ini. Karena itu marilah untuk sementara kita mengabaikan kata “anakronisme” yang dalam dunia sastra lebih kurang berarti ketidak sesuaian cerita dengan keadaan atau zaman yang sedang berjalan. Marilah kita mulai berfantasy ke rimba-rimba raya dunia dongeng untuk memulai penulisan cerpen yang berangkat dari unsur-unsur dunia dongeng ini.

Komunitas Mimbar Penyair Makassar akan membukukan cerpen-cerpen yang berangkat dari dunia dongeng dalam sebuah antologi cerpen yang judulnya masih dalam pencarian. Adapun syarat-syarat cerpen yang akan dikurasi adalah sebagai berikut:

1.Cerpen asli bukan terjemahan atau saduran (Keaslian cerpen adalah tanggungjawab penulis/cerpenis).

2.Panjang cerita pendek antara minimal 700 maksimal 2500 kata.

3.Menyertakan biodata singkat pengarang dalam bentuk narasi maksimal 240 kata yang didalamnya mencantumkan alamat, nomor HP dan email yang bisa dihubungi.

4.Memiliki unsur-unsung dongeng (Lihat pengumuman lengkap).

5.Cerpen yang pernah dipublikasikan pada salah satu media massa dapat diikutsertakan sepanjang cerpen tersebut belum dibukukan dalam salah satu antologi atau kumpulan cerpen dan mencantumkan sumber pemuatannya pada bagian bawah naskah.

6.Cerpen dan biodata dikirim via email sebagai lampiran (tidak ditulis langsung pada badan email) ke alamat ke: mimbarbersama@gmail.com. Jangan lupa menuliskan subjek atau judul pada email kalimat. Contoh: “ALFIAN - CERPEN DUNIA DONGENG”.

7.Batas pengiriman: 21 April 2017, pukul 21.00 Wita.

8. Cerpen yang lolos seleksi akan dibukukan dengan kontribusi pengarang sebesar Rp 50.000,- dan pengarang berhak mendapat satu examplar buku sebagai bukti pemuatan karyanya (diluar ongkos kirim).

Admin MPM,
Muhary Wahyu Nurba

(Sumber :  MIMBAR PENYAIR MAKASSAR, dikutip 24/01/2017 jam 6:00 WIT )

  • 0 Comments


LOMBA MENULIS PUISI
MAJELIS SASTRA BANDUNG

[Berhadiah Total 4,5 Juta Rupiah]

Tema
“KONDISI INDONESIA SAAT INI”

Persyaratan
1. Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan oleh fotokopi Kartu Identitas seperti: KTP/SIM, Kartu Mahasiswa atau Kartu Pelajar.
2. Pendaftaran dan pengiriman naskah puisi dibuka mulai 28 Pebruari 2016 sampai 20 Maret 2016 (cap pos)
3. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 25.000,- melalui transfer ke nomor rekening BRI 07790-10077-20537- a/n Neni Rukmini.
4. Puisi diketik rapi dengan ukuran huruf (font) 12 Times New Roman, 1 spasi, di kertas A4, panjang puisi maksimal 2 halaman.
5. Setiap peserta mengirim minimal 2 puisi dan maksimal 3 puisi (diprint rangkap 3)
6. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD.
7. Biodata peserta ditulis di lembar terpisah dari naskah puisi.
8. Tema “KONDISI INDONESIA SAAT INI”
9. Karya puisi belum pernah dipublikasikan di media cetak, faceboook, atau media sosial lainnya.
10. Naskah dikirim melalui pos, disertai fotokopi kartu identitas dan bukti transfer.
11. Peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas (fotokopi Identitas, biodata di lembar terpisah, bukti transfer, dll.) akan didiskualifikasi sebelum penjurian dimulai.
12. Keputusan juri adalah mutlak, dan tidak dapat diganggu gugat.
13. Lomba menulis puisi ini berhadiah total Rp. 4.500.000

Pemenang Pertama* Rp. 2.000.000
Pemenang Kedua* Rp. 1.500.000
Pemenang Ketiga* Rp. 1.000.000

[*Pajak ditanggung pemenang]

Semua Persyaratan tersebut dimasukan ke dalam amplop dan dikirim ke:
PANITIA LOMBA MENULIS PUISI MSB
STUDIO JEIHAN
Jl. Padasuka 143-145 Pasirlayung Bandung 40192
  • 0 Comments

Halo, selamat pagi. Bagaimana tidur anda, nyenyak? Ada kabar baik yang datang dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nih.
      Saya mau mengajak anda mengikuti Lomba Jurnalistik Pendidikan Keluarga Tahun 2016. Mau? Lomba ini tidak hanya diperuntukan bagi para jurnalis, lho. Bagi kakak-kakak GMZ seperti anda dan saya juga bisa mengikutinya. Oh, tentu saja semuanya bisa ikut, kecuali PNS Kemdikbud. (Jangan kzl ya, kakak)
     Oke, tidak perlu lama-lama, silakan langsung lihat syarat dan ketentuan panitia.

KETENTUAN

1. Lomba dibagi 3 kategori, yaitu Feature, Opini dan Berita.
2. Tulisan harus sesuai tema: "Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak".
3. Tulisan asli karya pribadi dan bukan plagiat.
4. Tulisan aktual, bernilai, inovatif dan bermanfaat
5. Tulisan belum pernah/sedang diikutsertakan dalam lomba/kompetisi jurnalistik lain/
6. Tulisan diterbitkan di media pada periode 1 Maret 2016-30 Juli 2016.
7. Khusus untuk Feature, panjang tulisan maksimal 1.200 kata.
8. Lomba dapat diikuti oleh jurnalis media cetak maupun media berita online/portal berita,
    serta masyarakat umum (guru, pakar, akademisi, pegiat pendidikan, mahasiswa, dll.)
9. Setiap peserta dapat mengirim tulisan sebanyak-banyaknya.
10. Lomba tidak dapat diikuti oleh PNS Kemdikbud.


PROSEDUR

1. Peserta mengirimkan tulisan yang telah dimuat di media kepada panitia seleksi berupa:
    a. Scan/foto tulisan yang telah dimuat di media (file harus dapat terbaca dengan jelas) atau
        hardcopy tulisan yang telah dimuat di media.
    b. Salin/scan kartu identitas (Kartu Pers/SIM/KTP) dan nomor telepon.
2. Tulisan diterima panitia paling lambat tanggal 7 Juli 2016 melalui alamat surel:
     lombajurnalistik.keluarga@kemdikbud.go.id, atau hardcopy tulisan: Kepada Panitia Lomba
     Jurnalistik, Subdit Kemitraan, Direktorat Pembinan Pendidikan Keluarga Gedung C Lt. 13
     Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.
3. Cantumkan kategori tulisan dengan huruf kapital dalam subyek surel atau amplop surat, diikuti
    nama peserta - nama media yang memuat tulisan - tanggal muat tulisan.
   (Contoh: BERITA Arif Budiman - Tempo - 4 Maret 2016 atau FEATURE Doni Setiawan - Kompas
   - 20 Maret 2016).
4. Bagi peserta yang mengirim tulisan via surel, jika dinyatakan menang, maka wajib
    menunjukkan tulisan asli yang telah dimuat di media.
5. Pemenang akan diumumkan pada bulan Juli 2016 melalui laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id
    atau pada Kegiatan Gebyar Pendidikan Keluarga.

HADIAH

Hadiah dibagi sesuai kategori:

1. FEATURE
     1. Pemenang 1 Rp. 15.000.000
     2. Pemenang 2 Rp. 12.000.000
     3. Pemenang 3 Rp. 10.000.000
     4. Harapan 8 orang Rp. 4.000.000

2. OPINI
    1. Pemenang 1 Rp. 15.000.000
    2. Pemenang 2 Rp. 12.000.000
    3. Pemenang 3 Rp. 10.000.000
    4. Harapan 8 orang Rp. 4.000.000

3. BERITA
    1. Pemenang I Rp. 8.000.000
    2. Pemenang II Rp. 6.000.000
    3. Pemenang III Rp. 4.000.000
    4. Harapan 8 orang Rp. 3.000.000

CATATAN:
Pajak hadiah ditanggung pemenang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masing-masing pemenang juga akan mendapat piala dan sertifikat yang akan diberikan pada kegiatan Gebyar Pendidikan Keluarga di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

 
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Subdit Kemitraan, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga
Gedung C Lantai 13, Kemdikbud
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Telepon: 021-5737930
Surel: sahabatkeluarga@kemdikbud.go.id


Selamat menulis dan berlomba. :-)

Salam
  • 0 Comments



Hasil Kurasi Penyusunan Antologi Puisi Maritim Dewan Kesenian Banten

Setelah memakan proses yang cukup lama dan alot, akhirnya tim kurator yang terdiri dari Toto ST Radik, Sulaiman Djaya, Wahyu Arya dan M. Rois Rinaldi merampungkan penyaringan 100 puisi dari 720 lebih puisi yang masuk ke Panitia Gelombang Puisi Maritim Dewan Kesenian Banten (DKB). Dibutuhkan beberapa kali pertemuan yang dilakukan para kurator tersebut sebelum akhirnya berhasil memilih 100 puisi terpilih dalam pertemuan terakhir pada 13 Februari 2016 bertempat di Taman Budaya Banten.
      Sebelum menyaring 100 puisi tersebut, para kurator terlebih dahulu menyaring 200 puisi dari total 720 puisi yang mesuk ke meja panitia. Pada kurasi tahap awal kurator yang terdiri dari Sulaiman Djaya, Wahyu Arya dan M. Rois Rinaldi telah menyaring 720 puisi menjadi 200 puisi. Butuh waktu yang panjang yang dibutuhkan kurator mengingat banyaknya puisi yang masuk kepada kami selaku panitia Gelombang Puisi Maritim Dewan Kesenian Banten (DKB).
      Pada kurasi tahap kedua, kurator ditugasi kembali menyaring 200 puisi menjadi 100 puisi. Dari segi kuantitas memang ada penurunan yang cukup signifikan. Namun hal itu tidak sepenuhnya tepat karena 200 puisi yang bertahan, menurut pengakuan salah satu kurator, memiliki kekuatan dan gaya ucapnya masing-masing yang cukup kuat. Maka kerja kurasi menyaring 200 puisi menjadi 100 puisi pun tidak kalah panjang dan melelahkannya. Pada kurasi tahap kedua ini kami menunjuk kurator dengan formasi Chavchay Syaifullah, Toto ST Radik dan Wahyu Arya. Namun pada perkembangannya ada sedikit perubahan formasi. Karena kesibukan yang tidak bisa dihindari, Chavchay Syaifullah akhirnya memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam proses kurasi. Akhirnya, kurasi pada tahap dua dikerjakan secara bersama oleh Toto ST Radik, Sulaiman Djaya, Wahyu Arya dan M. Rois Rinaldi.
      Kurasi tahap kedua ternyata memakan waktu yang bukan berarti meringankan kerja kurasi karena 200 puisi tersebut mulai menampakkan estetika yang kuat dan beragam. Panitia mulai kerepotan dengan puisi bertiti mangsa “Pulau Garam”, Sumetera, Sulawesi, Bali dan lainnya. Tentu dibutuhkan pembacaan yang berulang-ulang, rinci, dan mendalam oleh para kurator terhadap puisi rekan-rekan penyair sekalian.
     Perjalanan proses kurasi seringkali berlangsung dengan adu argumen, perang pendapat dan perdebatan yang alot. Panitia sengaja tidak menampilkan nama penulis dalam naskah puisi yang mereka terima. Kami bermaksud agar kurator tidak terjebak pada nama-nama besar. Harus kami tegaskan kepada sidang pembaca panitia selalu menegaskan kepada kurator hal yang menjadi tolok ukur kerja kurasi ini, tidak lain dari kekuatan puisi itu sendiri. Untuk pertanggungjawaban kurator secara komprehensif akan disertakan dalam buku Gelombang Puisi Maritim ini.
     Dengan tahapan proses kurasi yang cukup panjang dan alot tersebut, para kurator telah bekerja dan melakukan kurasi semaksimal mungkin dan seobjektif mungkin atas sejumlah naskah puisi para peserta Gelombang Puisi Maritim Dewan Kesenian Banten (DKB). Terlebih puisi-puisi yang masuk ke panitia datang dari segala penjuru Indonesia dan mewakili setiap wilayah dan seluruh provinsi di Indonesia. Maka dari itu, kami Panitia Antologi Gelombang Puisi Maritim dengan berbahagia, menyampaikan hasil kurasi Gelombang Puisi Maritim DKB untuk Anda.

Ttd
Panitia

NO NAMA PENGIRIM JUDUL PUISI DAERAH ASAL

1 A.Warits Zafa Hikayat Sebuah Laut Sumenep, Jatim
2 Abdillah Mubarak Nurin Di Laut Itu Kalimantan Selatan.
3 Abimardha Kurniawan Nelayan Pesisir Surabaya
4 Aldy Istanzia Wiguna Libur Orang Laut Jawa Barat
5 Alexander Robert Nainggolan Ujung Laut Jakarta
6 Al-Fian Dippahatang Pelayaran yang Pernah Diwasiatkan Arung Matoa Wajo ke La Maddukelleng Bulukumba, Sulawesi Selatan
7 Andi Wahyu Praminta/Andi Magadhon Lalu Kau Seakan Menjelma Mercusuar di Laut Itu Yogyakarta
8 Anna Lestari Dua Tanjung yang Purba Banten
9 Anwar Noeris Parangtritis 04:50 Yogyakarta
10 Ardian Je Empat Mozaik dari Laut Banten
11 Arif Hidayat Bersandar di Pelabuhan Purbalingga
12 Aslan Abidin Manuskrip Gadis Bertubuh Manis Makasar
13 A’yat Khalili Rokat Laut Sumenep, Madura
14 Baequni Moh. Haririe Berlabuh di Hatimu Cirebon
15 Bambang Widiatmoko Imbu Bekasi Timur
16 Boy Ardian Kidung Nelayan Kecil Jepara
17 Budhi Setyawan Tasbih Laut Bekasi Selatan
18 Budhi Wiryawan Lelaki Berkaki Pasir Jawa Tengah
19 Bunyamin Fasya Mantra Mau Berlayar Jawa Barat
20 Cahyadi Willy Pesan Singkat Bandung
21 Chairil Gibran Ramadhan Bila Roboh Tembok di Malaka, Papan di Djawa Kami Tegakkan Jakarta Selatan
22 Dafrika Doni Tentang Laut yang Dirompak Sumatera Barat
23 Dahta Gautama Aku Menghadap Laut Wanasalam Bandar Lampung
24 Daru Sima Mengaji Kepada Ikan-ikan Cilacap
25 Daruz Armedian Boom, Dermaga Bagi Peristiwa Yogyakarta
26 Dedet Setiadi Pelancong Lada Magelang
27 Dedy Tri Riyadi Samudraraksa Jakarta
28 Dian Hardiana Di Pesisir Tanjung Lesung Jawa Barat
29 Dian Hartati Kekalahan Kapal Perang Dewaruci Bandung
30 Dian Rusdiana Hikayat Laut Bekasi, Jawa Barat
31 Dino Umahuk Jacht Verleden Maluku Utara
32 Doddi Ahmad Fauji Lemuria Bandung
33 Dody Kristianto Kami Berlaut di Sajakmu Banten
34 Eddie MNS Soemanto Rindu Ombak Padang
35 Eddy Pranata PNP Sajak Dari Kampung Laut*) Cilacap
36 Edi Purwanto Makna Laut Lampung
37 Edwar Maulana Aku Mencintaimu sebagai Laut Cianjur
38 Edy Firmansyah Dari Pantai Camplong Madura
39 Faiz Adittian Ahyar Sampan Moyang Purwekerto Barat
40 Fajar Timur Rapsodi Desember Banten
41 Fakhrizal Eka/FE Sutan Kayo Melaju Jambi
42 FN Indrianto Cerita Buat Su Jun Deng Yogyakarta
43 Gunta Wirawan Hikayat Lanun Kalimantan Barat
44 Hadi Sastra Ekspedisi Nusantara I Tangerang Selatan
45 Hasan Bisri BFC Pelayaran Jauh Bogor
46 Herwan FR Pendatang dari Laut Banten
47 Hudan Nur Meraba Laut Kalimantan Selatan
48 Humam S. Chudori Ketika Menatap Laut Lepas Banten
49 Husnul Khuluqi Tanjung Pasir Banyumas, Jateng
50 Imam Budiman Membaca Kitab Arkais Laut Kalimantan Selatan
51 Imam Ma’arif Kapten Jakarta
52 Iman Sembada Engkau Bertanya Serupa Apa Laut Jakarta
53 Irwan Sofwan Laut Banten
54 Isbedy Stiawan ZS Perjalanan Pelaut Lampung
55 Iwan Konawe Ketika Ama Turun ke Laut Sulawesi Tenggara
56 Jamil Massa Ke Pulau Motu’o Gorontalo
57 Jhon FS. Pane Kembali Pada Jalan Gelombang Kalimantan Selatan
58 Mukti Sutarman Espe Hikayat Jejak Kaki
59 Juhendri Chaniago Rantau Samudera Deli Serdang
60 Jumari HS Sebab Kudus
61 Kaka Yuni Rizky Falia Mandehku Padang
62 Karisma Fahmi Y Dongeng Dari Rahim Laut Surakarta
63 Kurnia Hidayati Obituari Dermaga Batang, Jawa Tengah
64 Lia Zainab Zee Lontarak I Babad La Lagaligo Makassar
65 Lubet Arga Tengah Doa Anak Laut Surabaya
66 Dasuki Zamzany Tepuk Tangan Banten
67 Mahwi Air Tawar Penyeberangan Yogyakarta
68 Marhalim Zaini Hikayat Orang Laut Pekan Baru
69 Marsten L. Tarigan Muncul Kapal Dari Balik Buku-buku Sumatera Utara
70 Matroni Muserang Menuju Pulau Seribu Ombak Sumenep, Madura
71 Mega Kahdina Mencari Seruni Surabaya
72 Micky Hidayat Tentang Laut Kalimantan Selatan
73 Mugya Syahreza Santosa Bagaimana Lautmu Mendidihkan Amarahku Bandung
74 Muhammad Asqalani eNeSTe Katakan Aku Ikan Sungai Pekanbaru
75 Ni Putu Rastiti Balaton Lake Hungaria Denpasar, Bali
76 Ni Wayan Eka Pranita Dewi SARASVATI Denpasar, Bali.
77 Nita Nurhayati Karangantu Banten
78 Nizar Ulumuddin Sajak Ikan Kepada Bapak Karawang
79 Novy Noorhayati Syahfida Ombakmu, Papuma* Jakarta
80 Qizink La Aziva Mengenang Cinta di Karangantu Banten
81 R. Abdul Azis Membubuhkan Nama Laut Bandung
82 Raedu Basha “Hikayat Negeri Sorga: Pulau Garam” Sumenep, Madura
83 Robi Akbar Pahawang Bandar Lampung
84 Rofiki Alajar Sumenep, Jatim
85 Royyan Julian Yang Tak Lagi Berbantal Gelombang Berselimut Sakal Pamekasan
86 Seruni Unie Melankholia Laut Solo
87 Sigit Jaya Herlambang “Matamu: Kapal-Kapal yang Menolak Berlabuh” Jakarta
88 Sindu Putra Imajinasi Sepanjang Penyeberangan di Selat Lombok NTB
89 Sofyan RH. Zaid Pulau Garam Bekasi
90 Steve Elu le mar Banten
91 Subaidi Pratama Laut Jiwaku Tlogomas, Malang
92 Sus S. Hardjono Pelayaran Hongi Sragen
93 Syarif Hidayatullah Bersampan di Laut Bulan Jakarta
94 Syihabul Hajj Surat Dari Urat Selat Jawa Barat
95 Tawakal M Iqbal Di Geladak Bogor
96 Trip Umiuki Jung Tangerang
97 Umi Kulsum Relief Perahu Bantul
98 Wahyu Heriyadi Hanyut Bersama Insang Bogor
99 Wayan Jengki Sunarta Pelabuhan Sunda Kelapa Denpasar, Bali
100 Zulkifli Songyanan Dua Kartu Pos dari Banda Neira Jawa Barat

Selamat, kawan. 
  • 2 Comments



Ruangrekonstruksi.co menyelenggarakan Sate Bandeng Award 2015 Lomba Menulis Puisi Bahasa Sunda/Jawa Banten. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan minat dan kecintaan serta kebanggan berbahasa ibu baik Sunda Banten atau Jawa Banten (bebasan atau biasa).
Panitia akan memilih puisi terbaik untuk dijadikan peraih Sate Bandeng Award 2015. Puisi yang masuk kepada panitia akan dipilih untuk dimasukkan dalam sebuah antologi puisi bersama.
Berikut adalah syarat, ketentuan “Lomba Menulis Puisi Bahasa Sunda/Jawa Banten.
PERSYARATAN:
1. Peserta lomba adalah warga negara Indonesia (WNI) berusia minimum 20 tahun (dibuktikan dengan melampirkan fotokopi identitas [KTP/KTM/SIM] yang masih berlaku).
2. Peserta lomba boleh mengirim dua puisi terbaik dalam Bahasa Sunda atau Jawa Banten karya sendiri yang belum pernah dipublikasi melalui media cetak dan elektronik.
3. Puisi dikirim ke email redaksi@ruangrekonstruksi.co.
4. Puisi yang dikirim belum pernah dipublikasi sebelumnya melalui media cetak atau online.
5. Puisi yang dikirim asli karya sendiri bukan karya saduran alias plagiat dari karya orang lain.
6. Puisi dikirim paling lambat 14 November 2015.
Hadiah:
1. Juara 1 akan mendapatkan sertifikat, buku antologi bersama dan seperangkat baju adat suku Baduy.
2. Juara 2 mendapat sertifikat, buku antologi bersama dan baju adat suku Baduy.
3. Juara 3 mendapat sertifikat, buku antologi bersama dan koja (tas) suku Baduy.
Informasi Umum:
1. Bertindak sebagai Dewan Juri Sate Banten Award 2015 adalah Sulaiman Djaya (penyair), Niduparas Erlang (cerpenis), Rahmat Heldy HS (dosen). Dewan Juri akan memilih tiga pemanang puisi terbaik.
2. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
3. Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah kepada para pemenang akan disampaikan pada acara anugrah puisi Sate Bandeng Award 5 Desember 2015 di Eks Pendopo Gubernur Banten, Alun-alun Kota Serang.


Sumber: ruangrekonstruksi.co
  • 0 Comments
Older Posts Home

Where we are now

o

About me

a


@NYIMASK

"Selamat datang dan selamat membaca. Semoga kita semua selalu sehat, berbahagia, dan berkelimpahan rezeki dari arah mana saja.”


Follow Us

  • bloglovin
  • pinterest
  • instagram
  • facebook
  • Instagram

recent posts

Labels

#dirumahaja #tukarcerita Artikel Catatan Perjalanan Celoteh Cerpen E-Book Esai Info Lomba Journey Jurnal Kamar Penulis Lowongan Kerja Naskah Poject Promo Puisi Slider Undangan

instagram

PT. iBhumi Jagat Nuswantara | Template Created By :Blogger Templates | ThemeXpose . All Rights Reserved.

Back to top