6 Situs Cagar Budaya Kabupaten Lebak: Batu-batu yang Bicara Masa Lalu




Hari-hari #dirumahaja mulai terasa membosankan. Ingin rasanya pergi berjalan-jalan ke situs atau tempat lainnya yang menenangkan. Tapi di tengah wabah ini, keinginan semacam itu larang untuk saya turuti. Sebab bisa menjadi tali yang mengikat kaki saya sendiri, sekaligus membahayakan orang lain.

Saat bosan menerjang dan di luar sedang turun hujan, kemarin (27/4), saya melihat rak buku. Di sana ada buku Cagar Budaya Di Kabupaten Lebak yang diberikan Kepala Museum Multatuli Lebak, Ubaidillah Muchtar atau biasa kami sapa Kang Ubai.

Karena anjuran #dirumahaja ini menyebabkan mabuk (pusing dan rungsing), maka untuk menjaga kepala agar tetap di tempatnya, sementara keinginan untuk jalan-jalan ini mulai bertensi tinggi, maka saya mencoba mengenyahkannya dengan membuat kategori #sixfantastic--seperti jargon Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak-- mengenai Situs Cagar Budaya berdasarkan informasi dari buku yang diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak pada tahun 2018 itu. Mohon izin, ya...

Berikut 6 Situs Cagar Budaya di Kabupaten Lebak bagian 1; Batu-Batu yang Bicara Masa Lalu, di antaranya:

1. Situs Lebak Sibedug


Saya mungkin salah satu orang yang belum jodoh mengunjungi situs terbesar di Kabupaten Lebak ini. Kesibukan dan jarak selalu menjadi alasan. Lainnya ya karena belum jodoh saja. Ehe.

Dari banyak ulasan, termasuk keterangan di buku Situs Cagar Budaya di Kabupaten Lebak ini dijelaskan mengenai temuan-temuan di Cibedug dan sekitarnya. Membacanya saja membuat saya betah, bagaimana bila kaki saya menginjak di sana?

Situs ini dikelilingi situs-situs lain yang lebih kecil dan disebut tukuh. Tukuh-tukuh ini tersebar di 11 titik dengan temuan-temuan yang menarik. Jadi, kiranya berapa lama saya harus berada di situs ini?


2. Situs Kosala



Situs yang satu ini menjadi primadona lainnya bagi saya. Karenanya ada dalam kategori #sixfantastic Situs Cagar Budaya di Kabupaten Lebak. Pertama, karena memang suasana di situs ini membuat saya betah berlama-lama. Temuan-temuannya juga menakjubkan dengan adanya beberapa batu menyerupai singgasana dengan sandaran berbentuk segilima, batu pelor dan temuan lain yang disebut Karuhun Menes, Karuhun Sajra dan karuhun-karuhun lainnya.

Barangkali, situs yang masih disucikan oleh beberapa kalangan ini dahulunya adalah tempat berkumpulnya para orang-orang suci dan banyak dikunjungi oleh mereka yang ingin menyucikan diri. Barangkali, ya.

Suasana situs yang memiliki pepohonan besar dan tinggi menjulang ini sangat tenang dan menenangkan. Meskipun banyak semak belukar, tidak ada rasa takut hewan liar. Betah saja. Betah sekali.
Rasanya tak ingin pulang. Meskipun karena saat berkunjung saya sedang tidak suci, maka saya putuskan segera pulang saja. Bukan apa-apa, tempat ini masih disucikan hingga saat ini, saya takut mengotori. Itu saja.

Tentu saja, saya pasti kembali lagi.

3. Situs Batu Tapak Luhur Jaya


Sempat diceritakan tim telusur Situs Museum Multatuli, Kang Nanang, mengenai situs Batu Tapak Luhur Jaya ini. Saya langsung mengajaknya untuk kembali ke sana dalam rangka piknik.

Ya, piknik sembari melihat tinggalan masa lalu yang selalu menakjubkan dan menenangkan. Karenanya, saya merasa wajib menempatkan situs ini dalam urutan #sixfantastic Situs Cagar Budaya Kabupaten Lebak.


4. Situs Batu Tapak Curug Seeng


Situs ini mengingatkan saya pada batu yang menyerupai umpak yang juga terdapat di tengah sawah di Blok Golomprang, Saketi, Pandeglang. Jenis batuannya mirip. Entah sezaman atau tidak dengan Batu Tapak Curug Seeng ini.

Tentu saja untuk mengetahuinya diperlukan penelitian serius dari ahlinya, tim BPCB Banten dan Arkeologi Nasional. Sebab di Banten ini banyak temuan masyarakat yang diduga berasal dari masa lalu.

Yah, siapa tahu, apapun yang ditemukan dalam penelitian itu bisa menjadi aset negara yang patut dijaga kelestariannya. Sementara bagi saya, tentu akan bertambah pula tempat piknik baru. Aheu...

5. Situs Batu Bedil


Melihat situs ini di buku Cagar Budaya di Kabupaten Lebak, saya jadi ingat cerita anakaing, Mitha, yang menjadi salah satu abdi dalam Laboratorium Banten Girang. Konon, di kampungnya yang berada di Bayah sana ada situs Batu Bedil yang bisa berubah arah hadap sesuai lokasi berdirinya seseorang.

Penasaran, tentu saja. Karenanya kami menjadwalkan untuk ngendong di rumah Mitha untuk mengunjunginya.

Apakah ini situs yang sama?

6. Situs Arca Batu Sapi


Dinamai Situs Arca Batu Sapi di area ini memang terdapat arca batu berbentuk seekor sapi. Ilustrasi di atas adalah salah satu bagian dari beberapa temuan di area ini.

Nah, itu #sixfantastic Situs Cagar Budaya bidang "Batu-batu Bicara Masa Lalu" versi ninja (saya). Bagaimana versimu?
.
Tetap #dirumahaja. Semoga kita semua selalu sehat, agar bisa menikmati suasana di situs-situs itu nanti setelah wabah ini usai.

Semoga seluruh makhluk selalu berbahagia.


Cag heula.


You Might Also Like

0 Comments