Dua Ribu Dua Puluh

by - January 01, 2020





Dua ribu dua puluh, ya? Hmm..., apa yang akan kau lakukan di tahun ini? Beberapa orang sibuk membuat resolusi, lainnya meneruskan resolusi tahun sebelumnya. Saya sendiri termasuk yang meneruskan resolusi tahun sebelumnya itu. Hehe. Bagaimana denganmu?

Ya, seperti tahun sebelumnya insya Allah akan lebih sabar menerima segala hal yang terjadi. Baik yang disebabkan oleh diri sendiri, orang lain, maupun sekitar. Karena terkadang pemikiran setiap orang memiliki alasan untuk apa yang ia lakukan itu bisa membuat saya merasa sedikit lega. Meskipun tetap ada nyesek-nya. Saya hanya bisa berdoa semoga dia segera menyadari hal-hal yang menurut sebagian orang tidak penting ini. Ya, hal-hal terkait hubungan antar manusia--dengan perasaan manusia. Rumit memang. Apalagi saya selalu dipandang rumit untuk dipahami. Meskipun sebenarnya tidak begitu rumit, semua bisa dikomunikasikan dan dinegosiasikan.

Tahun ini, komitmen menjadi salah satu hal yang saya garis bawahi lagi. Entah itu urusan pekerjaan maupun soal perasaan. Ya, tentu saya mulai dari diri sendiri dulu. Karena hanya berbicara mah gampang, semua orang bisa melakukannya. Sama halnya dengan membuat orang merasa tidak berguna itu gampang, dibanding dengan membuat orang merasa diinginkan, dibutuhkan dan dicintai sebagai sesama makhluk. Mencap orang lain sebagai toxic mah gampang, tinggal cap saja di jidatnya pakai sticker atau spidol. Tapi membuat toxic itu dapat membantu kesehatan kita itulah yang sulit dan perlu waktu.

Tahun ini, saya lebih menginginkan hal-hal yang realistis, seperti sebelumnya. Hubungan dengan manusia, alam dan lainnya. Karena banyak hal yang kadang tidak realistis termasuk hal ini. Bagaimana seseorang memanipulasi orang lain, memuja-muji dengan banyak sanjungan namun di belakangnya banyak pisau yang dilemparkan dan masih banyak lagi yang lainnya yang sepatutnya tidak dilakukan jika memang mengharap hubungan baik antar sesama.

Ya, tahun ini saya masih akan diam. Memperhatikan segala hal yang patut diperhatikan dan mengabaikan hal-hal yang tidak perlu. Terus belajar, dan belajar adalah hal lainnya yang tetap akan saya lakukan. Belajar mawas, belajar awas, belajar menerima, belajar rela dan lainnya. Bukankah segalanya itu perlu dipelajari juga? Nah, saya akan kembali ke dalam diri. Kamu yang berada di luar saya, saya ucapkan selamat datang bagi yang baru datang. Mari terus berteman dan menemani saya menjalani kehidupan, bagi yang sudah lama kenal dan mengenal saya.


Selamat tahun baru, semoga segala sesuatu yang direncanakan terlaksana. Semoga kita semua selalu sehat.



Rahayu.


Cag.

You May Also Like

0 Comments