Hari Pers Sedunia 2024: Peran Jurnalisme dalam Krisis Lingkungan Global

 


Setiap tanggal 3 Mei dunia merayakan Hari Pers Sedunia, sebuah momen yang ditandai dengan refleksi mendalam tentang pentingnya kebebasan pers dan jurnalisme yang berkualitas. Tahun ini, Chile dan UNESCO akan menjadi tuan rumah Konferensi Hari Kebebasan Pers Sedunia ke-31 yang akan berlangsung antara tanggal 2 dan 4 Mei 2024. Konferensi ini akan menjadi panggung bagi diskusi tentang peran krusial jurnalisme dalam menghadapi krisis lingkungan global yang tengah terjadi. Lalu apa yang dibahas dalam Konferensi Hari Kebebasan Pers Sedunia ke-31?

Dilansir dari unersco.org, tiga puluh tahun lalu pada tahun 1994, perayaan Hari Kebebasan Pers Sedunia pertama kali diadakan, dan Deklarasi Santiago bersejarah yang diadopsi pada “Seminar Perkembangan Media dan Demokrasi di Amerika Latin dan Karibia” (6 Mei 1994), menandai sebuah fase baru dalam mempromosikan hak atas kebebasan berekspresi dan hak pers, serta pengembangan dan pengakuan media komunitas, independensi, dan pluralisme media di Amerika Latin dan Karibia. Oleh karena itu, acara World Press Freedom Day (WPFD) merupakan kesempatan baik untuk kembali ke kota Santiago dan menegaskan kembali komitmen semua orang untuk mempromosikan dan menjamin kebebasan berekspresi di seluruh dunia.

Kebebasan Berekspresi, Pembangunan Berkelanjutan, dan Krisis Lingkungan

Pembangunan berkelanjutan berada dalam bahaya. Krisis tiga planet—perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi udara—bersama dengan kaitannya dengan masalah kesehatan masyarakat, kebutuhan untuk memperkuat demokrasi, mengatasi dis-/misinformasi pada platform digital, dan isu-isu lainnya telah menjadi tantangan besar bagi kemanusiaan.

Ekosistem informasi mempunyai peran penting dalam merespons krisis eksistensial ini. Akses terhadap informasi yang dapat diandalkan dan pentingnya memperkuat jurnalisme lingkungan dan ilmiah yang independen kini semakin penting. Penting untuk dijelaskan dengan jelas: jurnalis dan ilmuwan independen adalah aktor penting dalam membantu masyarakat kita memisahkan fakta dari kebohongan dan manipulasi agar dapat mengambil keputusan yang tepat, termasuk mengenai kebijakan lingkungan. Jurnalis investigatif juga menyoroti kejahatan lingkungan hidup, mengungkap korupsi dan kepentingan-kepentingan kuat, dan kadang-kadang harus membayar mahal untuk melakukan pekerjaan mereka.

Oleh karena itu, pada tahun 2024, Hari Kebebasan Pers Sedunia akan didedikasikan untuk pentingnya jurnalisme dan kebebasan berekspresi dalam konteks krisis lingkungan global saat ini. Tujuannya adalah untuk menyoroti peran penting pers, jurnalisme, akses dan penyebaran informasi untuk memastikan dan menjamin masa depan berkelanjutan yang menghormati hak-hak individu dan keragaman suara mereka, serta kesetaraan gender.

Tantangan Saat Ini

Kesadaran akan seluruh aspek krisis lingkungan global dan konsekuensinya menjadi krusial untuk membangun masyarakat yang demokratis. Pekerjaan jurnalistik memegang peranan vital dalam pencapaian tujuan ini, seiring dengan pengakuan akan beragam sumber informasi utama yang diperlukan untuk pelaporan yang akurat dan komprehensif, yang dibangun atas dasar sejarah yang kuat. Jurnalis saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mengungkapkan isu-isu kontemporer, seperti rantai pasok, migrasi iklim, industri ekstraktif, pertambangan ilegal, polusi, perburuan liar, perdagangan hewan, penggundulan hutan, atau perubahan iklim. Memastikan visibilitas isu-isu ini menjadi sangat penting untuk mempromosikan perdamaian dan nilai-nilai demokrasi di seluruh dunia. Berbagai ancaman fisik, ekonomi, politik, psikologis, digital, dan hukum yang dihadapi jurnalis mencerminkan konteks yang kompleks di mana selalu ada perjuangan untuk mengendalikan aliran informasi.

1. Penyebaran Informasi Tidak Benar tentang Krisis Iklim
Pada peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2021, UNESCO menyoroti dampak disinformasi dan misinformasi terhadap masyarakat sambil mempromosikan gagasan bahwa informasi adalah "barang publik." Dalam konteks krisis planet kita, kampanye penyebaran informasi yang salah menantang pengetahuan dan metode ilmiah. Serangan terhadap validitas ilmu pengetahuan membawa ancaman serius terhadap perdebatan publik yang pluralistik dan terinformasi. Memang benar, informasi yang menyesatkan dan tidak benar tentang perubahan iklim dapat menghasilkan keraguan dan ketidakpercayaan terhadap isu-isu lingkungan, dampaknya, serta kebutuhan untuk bertindak. Ini bisa melemahkan upaya internasional untuk mengatasi masalah tersebut.

Disinformasi tentang isu-isu lingkungan dapat mengakibatkan kurangnya dukungan publik dan politik terhadap tindakan iklim, kebijakan yang efektif, dan perlindungan bagi komunitas yang terkena dampak perubahan iklim. Dalam konteks ini, untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, jurnalis dan ilmuwan perlu melaporkan dengan akurat, tepat waktu, dan komprehensif tentang isu-isu lingkungan dan konsekuensinya, serta solusi yang mungkin ada.

2. Tantangan Kekerasan dalam Jurnalisme Lingkungan
Jurnalis yang meliput isu-isu lingkungan menghadapi berbagai ancaman dan bentuk kekerasan karena sifat sensitif dari pemberitaan mereka. Ini termasuk kekerasan fisik, pengawasan, tekanan, atau intimidasi dari perusahaan nasional dan transnasional yang terkena dampak aktivitas mereka, hingga tindakan kontrol resmi dan penggunaan aparat negara yang merugikan. Semua ini bertujuan untuk menghambat akses masyarakat terhadap informasi penting dan membatasi kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang tepat untuk komunitas mereka.

3. Jurnalisme, Kesetaraan Gender, dan Lingkungan
Jurnalis perempuan dan laki-laki sama-sama berperan dalam meliput isu-isu lingkungan, tetapi jurnalis perempuan sering menghadapi tantangan dan risiko tambahan. Mereka bisa menjadi korban pelecehan seksual, diskriminasi gender, pelecehan online, dan ancaman berkonotasi seksis dan misoginis. Selain risiko yang terkait dengan pekerjaan mereka, perempuan juga menghadapi risiko tambahan akibat perubahan iklim, terutama mereka yang berada dalam situasi kemiskinan dan tanggung jawab yang meningkat karena peran dan norma budaya.

Peluang: Menjaga Jurnalisme demi Melindungi Planet
Komunitas internasional harus menjadikan perlindungan jurnalis sebagai prioritas. Hal ini termasuk pelatihan media untuk melaporkan isu-isu lingkungan secara lebih efektif guna melindungi planet dan memberikan informasi yang diperlukan kepada masyarakat. Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2024 akan menjadi platform untuk mengevaluasi situasi kebebasan pers secara global, membangun hubungan antar berbagai aktor, dan menyerukan pentingnya informasi yang andal dan akurat. Hal ini akan menjadi momen untuk menghormati para jurnalis yang kehilangan nyawa dan memperjuangkan kebebasan mereka serta untuk meningkatkan kesadaran akan kekerasan yang dihadapi oleh jurnalis, khususnya dalam konteks lingkungan.

Tantangan dan peluang dalam jurnalisme lingkungan merupakan bagian penting dari upaya melindungi planet ini dan memastikan masa depan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Mendorong Perubahan Melalui Informasi Terpercaya
Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (1992) dan Perjanjian Paris (2015) adalah instrumen penting yang menekankan pentingnya akses publik terhadap informasi untuk memberdayakan warga agar terlibat dalam aksi iklim. Demikian pula, Konvensi Aarhus (1998) dan Perjanjian Escazú (2018) semakin memperkuat pentingnya akses terhadap informasi dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan lingkungan hidup.

Perlindungan jurnalis dan komunikator, khususnya jurnalis lingkungan, harus menjadi prioritas bagi komunitas internasional. Hal ini termasuk pelatihan media untuk melaporkan isu-isu iklim secara lebih efektif guna melindungi planet ini dan memberikan informasi yang diperlukan kepada masyarakat sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu tersebut.

Peran Kaum Muda dalam Masa Depan Berkelanjutan
Tingkat kesadaran yang semakin tinggi di kalangan generasi muda tentang isu-isu lingkungan menjadi indikator positif dalam pencarian solusi terhadap tantangan lingkungan saat ini. Mereka memimpin jalan menuju pembangunan berkelanjutan dan menuntut tindakan nyata terhadap keadaan darurat iklim dan keanekaragaman hayati. Program literasi media dan informasi dapat memperkuat pemikiran kritis seputar isu-isu tersebut, terutama di kalangan generasi muda.

Tujuan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2024
Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2024 akan menjadi kesempatan penting bagi komunitas internasional untuk secara kolektif merefleksikan tantangan multidimensi ini, peran mendasar jurnalisme, dan kekuatan transformatif informasi yang dapat diandalkan. Ini akan menjadi platform untuk menilai situasi hak atas kebebasan pers secara global, membangun hubungan antara berbagai aktor, dan menyerukan pentingnya informasi yang andal dan akurat.

Dalam konteks ini, program-program perlindungan jurnalis, peningkatan literasi media dan informasi, serta pengakuan terhadap peran jurnalis dan komunikator dalam melawan disinformasi dan mengadvokasi untuk masa depan yang berkelanjutan menjadi esensial. Masa depan planet ini tergantung pada bagaimana kita dapat menggunakan informasi untuk memahami, mengatasi, dan merespons tantangan lingkungan hidup saat ini. Jadi, mari kita bersama-sama berjuang untuk menyebarkan informasi yang akurat dan terpercaya, untuk melindungi planet ini dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi semua.

You Might Also Like

0 Comments