Kode 'Jangan Berisik' Untuk Tetangga Kamar yang Doyan Dugem

by - January 27, 2018



Beberapa waktu lalu, saya sempat bertengkar dengan tetangga kostan, maksud saya teman tetangga kostan, yang memutar musik sekencang di club malam. Saya pikir, dengan pindahnya para pekerja malam itu, suasana akan lebih tenang dan damai. Tapi nyatanya malah lebih berisik dan lebih kurang ajar.

Selama tinggal di kostan ini, hal yang paling membuat saya emosi jiwa cuma satu; berisik. Tentu saja, selain mereka mengganggu tanaman saya. Selebihnya, saya tipe orang yang ogah terlalu terlibat dengan seluruh penghuni. Hanya satu atau dua orang saja yang saya kenal lumayan baik. Tetangga yang temannya berisik itu, dan salah seorang kakak yang sering saya mintai tolong untuk mengurus rambut saya. Selebihnya, sebodo amat.

Beberapa dari tetangga itu menjuluki saya 'penghuni tanpa senyum' atau 'petapa' karena setiap kali datang langsung masuk kamar dan tidak pernah keluar lagi. Kecuali kalau mereka terlalu berisik, ada kejadian yang membuat saya harus keluar untuk melerai, atau karena saya sedang lapar. Satu hal yang pasti, di kostan ini hal-hal yang bersifat pertengkaran, biasanya menular.

Karena itu, saya memilih diam sembari memberi kode untuk tidak berisik; lemparan benda keras ke pintu, misalnya. Tak jarang, saya hampiri dan meminta mereka untuk mengecilkan volume keberisikannya. Kalau mereka tetap berisik, biasanya saya pergi ke toko donat yang buka 24 jam. Tentu saja, saya membawa serta PR dan si kakak tampan (laptop) saya. Saya pulang Subuh, atau kadang setelah saya melahap sarapan di meja yang sama.

Kadang, saya memilih menghadapi semuanya di kostan. Tapi emosi saya malah memuncak. Apalagi dengan para tamu tetangga yang kurang ajar itu. Seolah dengan memiliki kenalan seseorang di kepolisian, mereka bisa seenaknya melanggar peraturan. Saya sudah ditegur berkali-kali, mereka tetap saja berisik. Alhasil, saya teriak dan meminta teman saya yang juga teman mereka yang berisik itu untuk menegur temannya.

Kalau sedang malas dan mereka terlalu berisik serta terlalu bebal untuk diberi kode 'tidak berisik', biasanya saya lawan dengan memutar murotal ruqyah. Mungkin ini agak lucu, tapi tampaknya kode ini cukup berhasil. Tapi memang banyak tidak berhasilnya, sih. Jalan terakhir ya menghubungi penjaga kostan, meskipun tidak ada seorang pun yang mendengarkan tegurannya. Hadeuh!

Atau, yah kasih kode 'razia kostan gue sih'. Paling saya digetok sama yang dikasih kode. Orang mah pada cari celah biar nggak kena razia, ini malah minta. Atuh gimana lagi? Da malas keluar kamar apalagi berurusan dengan mereka. Heu...

You May Also Like

0 komentar

Instagram