Hari Malaria Sedunia: Sejarah, Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan



Setiap tanggal 25 April, kita merayakan Hari Malaria Sedunia, sebuah peringatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang bahaya penyakit malaria serta menyoroti langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Mari kita telusuri lebih dalam tentang asal-usul perayaan ini dan bagaimana penyakit mematikan ini berkembang sepanjang sejarah.

Asal-usul Hari Malaria Sedunia

Penyakit malaria telah menghantui manusia sejak zaman kuno, dengan catatan sejak 2700 SM. Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Inisiatif perayaan Hari Malaria Sedunia pertama kali digagas oleh UNESCO, sebagai penghormatan terhadap para penemu dan peneliti yang berperan dalam memahami penyakit ini. Penetapan tanggal 25 April sebagai Hari Malaria Sedunia bertepatan dengan hari kematian beberapa tokoh penting dalam bidang penelitian malaria.

Perkembangan dan Upaya Pemberantasan

Sejarah perjuangan melawan malaria mencakup berbagai upaya, mulai dari penggunaan insektisida hingga intensifikasi program pemberantasan. Pada abad ke-19, penyelidikan pertama mengenai parasit malaria dimulai, yang kemudian membawa pada pemahaman yang lebih baik tentang penyakit ini. Di Indonesia, khususnya di daerah Cirebon, malaria mulai dikenal pada tahun 1852, menyebabkan upaya-upaya awal untuk memberantasnya. Namun, penggunaan insektisida seperti DDT dan Dieldrin menemui kendala dalam bentuk resistensi nyamuk.

Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Penyakit malaria disebabkan oleh parasit protozoa yang dibawa oleh nyamuk Anopheles. Selain gigitan nyamuk, risiko tertular malaria juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan penggunaan jarum suntik bersamaan. Gejala malaria umumnya dimulai dengan demam, disertai dengan kelelahan, sakit kepala, dan hilangnya nafsu makan. Untuk mencegah penyakit ini, perubahan gaya hidup seperti rajin menyemprot rumah dengan insektisida, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan lotion anti-nyamuk dapat menjadi langkah-langkah efektif.

Dengan memahami asal-usul, penyebab, gejala, dan langkah-langkah pencegahan malaria, kita dapat bersama-sama memerangi penyebaran penyakit ini dan menjaga kesehatan masyarakat global. Jangan lupa, setiap tindakan kecil dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat memberikan dampak besar dalam upaya pencegahan malaria.

You Might Also Like

0 Comments