#dirumahaja Beternak Ayam Kampung Gaya Minimalis

by - April 26, 2020




Suara ayam yang baru turun bertelur begitu riuh. Sangat riuh hingga saya meneriakinya untuk diam. Ayam betina bercorak hitam itu langsung berlari ke luar pagar dan bergabung dengan ayam lainnya. "Biasa aja kali," ujar saya.

Sejak adik saya diberi ayam oleh saudara dan tetangga, ayam-ayam itu berkembang biak dengan pesatnya. Beberapa bahkan sudah dipotong untuk lauk baik hari-hari biasa, suguhan saat perayaan keagamaan, sedang ada tamu ataupun saat sedang ada yang bekerja di rumah.

Beberapa minggu lalu, di halaman belakang kami hanya ada dua kandang ayam. Kandang pertama ditempatkan di bawah saung tempat menyimpan kayu bakar, tapi setelah 4 ekor ayam ditemukan mati di sana, ayam-ayam itu enggan mengisinya. Mereka memilih naik ke papan dekat tempat induk ayam mengeram. Mungkin mereka takut dihantui? Hiyah...

Kandang kedua adalah kandang bertingkat dua dengan 4 pintu tempat ayam-ayam muda dan induk ayam dengan anak-anaknya yang baru menetas.

Saat ini, ada satu kandang ayam lagi yang dibuat khusus oleh mamah. Karena kasihan si induk ayam yang anak-anaknya baru menetas itu tidak ada tempat tinggal, katanya. Pantas saja saat melihat balok kayu yang saya jadikan kursi itu, mamah langsung sumringah; "ada bahan buat kandang ayam."

Beternak ayam kampung yang tidak serius macam ini sih, tidak sesulit yang dibayangkan. Karena memang ayam-ayam ini tidak dipersiapkan untuk dijual. Ayam-ayam ini hanya untuk hewan peliharaan, dan dipotong saat ada tamu atau untuk makanan dikala tukang sayur tidak berjualan saja. Hihi.

Untuk induk ayam yang akan bertelur, tempatnya pun disiapkan seadanya. Kotak kayu yang ditempatkan di atas saung, ada juga kardus bekas yang dipakai si ayam dara yang baru bertelur. Sedangkan untuk perawatannya hanya pembersihan kandang di waktu tertentu saja. Kecuali saat musim penyakit yang mengakibatkan ayam-ayam mati mendadak itu. Maka penyemprotan dengan pestisida pun dilakukan. Di kampung kami, penyakit itu disebut penyakit dodolog. Kalau di tempatmu disebut apa?

Sementara untuk pakan, sekam yang dicampur nasi atau beras saja pun sudah bisa mereka habiskan. Karena memang dibiarkan liar, maka ayam-ayam itu bisa mengurus dirinya sendiri saat kokoreh di belakang rumah yang terdapat pabrik penggilingan beras itu.

Nah, kalau kamu ingin beternak ayam kampung dengan serius, kamu bisa memulainya dengan persiapan kandang yang memadai. Kamu bisa memilih kandang sistem ren, kandang postal atau kandang baterai.

Kandang Sistem Ren dimana kandang dibagi dua bagian menjadi area pengumbaran dan area berteduh. Biasanya, luas area pengumbaran ini dibuat 2/3 dari luas kandang. Sisanya dibuat area berteduh.

Kandang Postal ini adalah jenis kandang yang sering dipakai oleh kandang ayam potong atau pedaging. Jika memang ayam kampung yang akan kamu pelihara itu diorientasikan menjadi ayam potong atau pedaging. Model ini memiliki dua jenis yaitu postal litter dan postal panggung. Postal litter alasnya tanah liat yang dilapisi sekam dan kapur. Fungsi dari alas ini adalah untuk menampung kotoran sedangkan kapur untuk mencegah penyakit. Sedangkan postal panggung, kandangnya dibuat dengan ketinggian sekitar 2 meter dari tanah. Fungsinya agar ayam tidak bersentuhan langsung dengan kotoran di bawahnya.

Kandang baterai ini adalah kandang yang dipakai untuk peternak ayam petelur. Biasanya dibuat bertingkat 3-4 lantai. Dimana dalam satu kotak persegi ditempatkan satu ayam. Sedangkan untuk lantainya dibuat miring ke depan. Dengan lantainya yang miring itu, telur akan menggelinding hingga tidak terinjak si induknya. Lantainya juga terbuat dari bambu yang disusun dengan jarak 1-2 cm agar kotoran bebas jatuh ke tanah atau alas yang sudah disiapkan di bawahnya.

Selain persiapan kandang, untuk perawatan dan pembesarannya kamu bisa menyiapkan pakan ternak yang berkualitas beserta obat-obatan alami atau kimia. Untuk menekan biaya produksi, kamu bisa memilih pakan alami yaitu dedak yang dicampur sayuran seperti daun pepaya atau daun lamtoro yang biasanya dipakai para peternak karena kandungan nutrisinya dan zat lainnya dapat berguna untuk pertumbuhan ayam. Campuran pakan ini bisa kamu berikan saat ayam berusia 2-3 bulan ke atas. Sedangkan untuk ayam yang berusia 1-21 hari, kamu bisa menggunakan pakan pabrikan.

Untuk penjualan, kamu bisa menawarkannya pada para pengusaha rumah makan. Atau kamu juga bisa menjualnya langsung di pasar. Meskipun memang, cara kedua ini agak kurang menguntungkan.

Kembali lagi ke ayam di halaman belakang rumah kami, mamah yang mengurus dan merawatnya. Meskipun mamah sudah lama tidak memakan daging-dagingan. Sementara bapa dan saya adalah predatornya. Saya jahat. Maafkan saya, ayam. Lain waktu saya buatkan kandang. 😁

You May Also Like

0 Comments