Loka

by - December 20, 2017



Hujan semalaman memang bisa membuat kita menggigil tidak karuan. Kita bahkan lupa pada tungku abadi di dalam diri yang tak akan padam di berbagai cuaca. Meski amarah terasa serupa halilintar yang menghantam seluruh indera. Bibir kita memang tersenyum, tapi serupa bongkahan es dari kutub utara. Dan aku merasa begitu banyak kesia-siaan hingga air mata terasa serupa lautan.

Tapi, seperti halnya janji selama jutaan abad untuk tetap saling menautkan tangan, hati, dan perasaan, seperti itu pula aku tidak akan terus mengatakan hal-hal yang telah terjadi. Atau meminta waktu memutar diri hanya untuk hal yang kau pun tahu bagaimana menyelesaikannya. Tapi, keberengsekan kita selalu mendatangkan banyak pertimbangan. Termasuk alasan 'mengalah untuk kebaikan', 'persaudaraan' yang kadang sangat tai kucing itu.

Loka, bilamana kali ini pilihanmu adalah ingkar janji. Langit dan bumi akan menjadi saksi apa saja yang telah kau katakan. Angin telah menyimpannya di pusat bumi dan mengirimkannya ke langit. Suatu saat, huruf demi huruf yang terdapat di kalimat itu akan menjadi anak panah yang menancap dadamu sendiri. Sama halnya dengan kebohongan demi kebohongan yang kau suguhkan di meja makan, di halaman, atau bahkan di dalam kamar.


Loka, atas nama ribuan nama, kisah yang dibaca jutaan anak manusia, bilamana suatu saat kau mengingatku dan memohon pada waktu untuk memutar kembali, maka aku ada tapi kau tidak akan tahu aku dimana. Seperti halnya kau tidak merasakan apa-apa saat memeluk tubuh kekasihmu sendiri. Tidak akan ada lagi pertanda apapun yang akan aku kirimkan.

Loka, rasanya sebentar lagi semesta akan menjadi debu. Aku akan segera binasa dan kau akan kembali merana. Maka, kututup tangan di dada dan menarik semua kalimat yang telah kubuang percuma. Serta memohon padaNya untuk tidak mengirim karma yang menyiksa jiwa dan raga di kehidupan mana saja.

Bila di suatu masa bertemu dan kau bukan seseorang yang bisa menepuk dada, akulah orang pertama yang akan mengenalimu. Saat itulah kau akan tahu, akulah si pemegang janji itu.

You May Also Like

0 komentar

Instagram