Nonton dan Diskusi Film Of Many dan Nina Bobo untuk Bobby, yuk!

by - May 31, 2018



Mungkinkah sebuah film menjadi medium untuk berpikir: Mengetuk hati nurani, dan mengajak kita untuk bersikap?

Tentu bisa, tetapi dengan beberapa pertimbangan.

Saat dunia yang damai ini telah diusik oleh segelintir kelompok, maka berbagai upaya dan media perlu dijadikan ikhtiar merawat perdamaian. Dan, jika film akan digunakan sebagai medium pembelajarannya, maka seharusnya ia menjadi bagian dari proses pendidikan yang dilakukan tanpa paksaan.

Bila sudah ada film yang mengkisahkan cerita perdamaian, maka pemutaran-pemutaran alternatif perlu dilakukan agar penonton tidak diperlakukan sebagai objek penerima informasi yang pasif, melainkan dilatih sebagai subjek aktif yang dapat mempertanyakan, mengkritik, mendiskusikan, dan membandingkan apa yang mereka tahu dengan film atau sumber-sumber pengetahuan yang lain.

Terkoyaknya perdamaian di negeri ini oleh terroris bisa diibaratkan terbukanya perang pro dan kontra perdamaian dunia.
Perang ini mengharapkan simpati warga. Bila makin banyak warga mendukung salah satunya, pemenang dapat ditentukan. Semakin banyak warga menolak, melawan, dan mengutuk terrorisme, maka perdamaian akan tetap terjaga. Begitu sebaliknya.

Saat ini perdamaian sedang membutuhkan dukungan, agar tetap abadi. Salah satu dukungan yang bisa diberikan adalah mengapresiasi sebuah karya film tentang perdamaian yang berjudul: Nina Bobo Untuk Bobby. Film dokumenter berdurasi 30 menit karya Monique Rijkers ini mengisahkan pengalaman pribadi Alfred Munzer, penyintas holocaust, yang saat ini tinggal di Washington, DC, Amerika Serikat, dan berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam dan ahli paru-paru.

"Kemanusiaan tidak mengenal batas ras, suku bangsa dan agama. Kita semua sama, dan bersaudara." begitu yang dikatakan Alfred Munzer, penyitas yang diselamatkan warga muslim-Jawa, Indonesia.

Selain film humanis di atas, juga akan diputar film humanis lainnya: of many. Ayo nonton film, menghayati kemanusian, merawat perdamaian!

Pemutaran di Umah Kaujon, di Jalan Djajadiningrat No. 6, Kaujon-Alunalun, Kota Serang, pada hari Minggu, 3 Juni 2018, pukul 15.00-buka puasa.

Cinta adalah intinya, dunia hanya kulitnya.
Cinta adalah makanannya, dan piring hanya wadahnya.
Agamaku adalah agama cinta (JR).


You May Also Like

0 komentar

Instagram