10 Cover Buku #VokasiKemendikbud

by - July 25, 2016






 1. Achieve of Dream by Rachman Noer

Buku ini menceritakan pengalaman traveling ke tiga saya ke Singapore. Berawal dari sebuah informasi via inbok di Facebook dari Gol A Gong bahwa saya akan dilibatkan dalam kegiatan vokasi menulis dari Kemendikbud melalui program beasiswa. Karena saat itu saya sedang mengikuti ajang lomba tingkat Nasional di Palu Sulawesi Tengah, saya jadi kurang fokus dengan tawaran ini. Namun setelah ketua PKBM BCU menginformasikan kelanjutan program ini, saya hanya punya dua pilihan di ambil atau tidak, karena jadwal acara bentrok dengan lomba. Setelah reschedule saya memutuskan untuk ikut.
Ada yang spekta dari kegiatan ini, karena karya kecil saya dari buku perdana bertajug " Spirit of Singapore" membuahkan andil terhadap program literasi Indonesia. Menjadi salah satu rujukan serta mendapatkan apresiasi dari Kemendikbud menjadi tasyakuran saya, bahwa jika karya dibarengi dengan hati maka hasilnya akan membumi. Namun ada sesatu yang beda dengan traveling saya sebelumnya, program ini diikuti oleh 100 pegiat literasi se- Jabar, DKI, dan Banten. Ada target dalam perjalanan kali ini, yaitu Achieve of Dreams dalam mewujudkan buku ke 3 yang lebih dalam antara idealis dan realistis.


2. Aku dan Ketidaktahuanku by Edi Sufandi
Kekagumanku semakin menjadi terhadap negara mungil ini ketika memperhatikan dan merasakan transportasi umum nya yang menurutku benar-benar memanusiakan manusia. Petunjuk di setiap jalan jelas, bahkan hingar bingar kegaduhan suara klakson kendaraan pun nyaris tak terdengar mulai dari Bandara Changi hingga penginapan. Negaranya bersih dan berteknologi maju. Tidak heran jika Changi International Airport menjadi salah satu bandara internasional terbaik di dunia. Karena fasilitas pendukung yang memadai yang mampu memanjakan pengunjungnya.

3. Amazing by Aray Zaenal Abidin
Disiplin dan ketaatan akan aturan yang membedakan Singapura dengan negara-negara lainnya di Asia Tenggara. Tak heran jika penulis tidak dapat menyembunyikan ketakjubannya saat pertamakali menginjakan kaki di Negara tersebut. Bisingnya lalulintas dan suara klakson yang dibunyikan keras-keras tak terdengar meskipun berjalan-jalan di tengah kota. Tak hanya itu, di pusat-pusat kuliner dan titik-titik keramaian tak ditemukan pengamen. Urusan menyanyi di tempat umum saja, ada aturan yang sangat ketat. Jika tidak punya lisensi atau surat izin, maka jangan harap dapat bernyanyi di ruang-ruang publik. 



4. Jejak Impianku by Rohim
Penulis: Rohim, TBM Nurul Aghnia Kabupaten Kuningan Jawa Barat
“Jejak Impianku” inilah catatan perjalananku untuk pertamakalinya ke luar negeri. Rasa haru dan bangga tak dapat kubendung. Sebuah anugerah yang tak ternilai harganya karena ini juga menjadi impian banyak orang. Tak kusangka, mungkin ini sudah merupakan takdir Tuhan sehingga tepat di akhir Mei 2016 aku mendapat kabar terpilih mengikuti program Vokasi Menulis Kemendikbud ke Singapura setelah sekian lama bergabung dengan teman-teman penggiat literasi di TBM Nurul Aghnia di Kabupaten Kuningan. Perjalanan ini merupakan langkah awal menuliskannya menjadi sebuah buku.
 


 5.  Kuliner di Negeri Labirin by Bidara Sary
Makanan merupakan cerminan keberagaman budaya suatu negeri. Begitu pula dengan Negara Singapura. Meski kecil, negeri seribu satu aturan ini kaya dengan keanekaragaman kulinernya. Ini menjadi daya tarik lain, selain tata kota dan sistem transportasinya. Yah kuliner. Negeri Singa ini dihuni tidak hanya etnis Tionghoa, namun juga Arab, India, Melayu dan Banglades. Tak heran jika penulis menemukan beragam makanan, dari mulai nasi briyani, laksa, mie soto, hingga nasi padang. Aturan ketat terkait kesehatan makanan dan aturan-aturan lainnya membuat makanan di sana pun aman dikonsumsi. Untuk mencari makanan halal pun tak sulit, sebab pemerintah sidah memberikan tanda mana restoran yang menyajikan makanan halal dan yang tidak. 



6. Literaksi: Petualangan Sejuta Makna di Negeri Singa by Andri Gunawan
Buku ini bercerita tentang pengalamanku memasuki fantasi dunia literasi yang penuh misteri, dimana aku harus belajar menyelami dasarnya lautan untuk menembus lorong - lorong gelap yang penuh cobaan dan rintangan demi menggapai sebuah impian melukiskan sebuah keabadian. Mimpiku menjadi kenyataan ketika Kemendikbud, Rumah Dunia dan FTBM Indonesia menyelenggarakan Vokasi Menulis Kemendikbud, ke Singapore. Penulis menceritakan tentang pengalamanya selama menjelajahi Negeri 1001 larangan itu. Diantaranya mengenai kedisiplinan dan ketertiban yang sudah menjadi budaya masyarakat disana, serta system kemanan CCTV yang tersebar seantero negeri itu, dapat menjamin keamanan warganya. 



7. Menemukan Islam di Negeri Tetangga by Cahyati 
Berawal dari sebuah khayalan untuk bisa menginjakkan kaki di Negeri Seribu Satu Peraturan, perjalanan pun dilalui dengan berbagai warna. Buku ini menceritakan kisah perjalananku di Singapura serta butiran hikmah di dalamnya. Bukan hanya sekadar bangunan-bangunan yang menjulang tinggi nan indah yang telah tertata sangat menawan, bukan pula karena canggihnya transportasi yang berlalu lalang di bawah pijakan kaki manusia, tapi aku merasa menemukan Islam di negeri ini.
Singapur yang Islami, begitulah aku menyebutnya. Meski pemeluk agama Islam tercatat sebagai minoritas, namun ajaran Islam diterapkan di sana. Mulai dari kebersihan, kedisiplinan, kepedulian, semangat belajar, dan hal lainnya. Di negeri yang terkenal dengan patung Merlion-nya itu, aku menemukan banyak hikmah bahwa Islam bukan hanya ajaran tapi pelaksanaan.


 8. Menjemput Cita di Negeri Singa by Asri Rismalah
Buku ini berisi, tentang pengalaman seorang anak perempuan, yang selalu berhayal dan bermimpi terbang naik pesawat ke negeri-negeri di belahan dunia lain. Di penghujung Mei 2016, mimpi itu menjadi nyata. Do’a yang ia panjatkan bertahun-tahun dijawab Tuhan. Di atas pesawat, air mata membasahi pipinya. Dari perjalanan yang dilakukan dia dapat melihat Indonesia dari jauh, bukan untuk membandingkan indahnya Indonesia, namun membaca Indonesia dari luar.  


9. Merlion I'm Here by Ukhti Sakinah
Ini kali pertama saya melakukan perjalanan ke LN, sebuah perjalanan singkat namun penuh dengan cerita. Tidak ada cerita duka dalam perjalananku, karena semua cerita duka dapat diubah menjadi cerita indah pada akhirnya. Namun bukan berarti tidak ada lika-liku dalam perjalanan ini. Tiga hari di negeri orang membuatku dapat memahami dan menghargai karakter masing-masing teman-temanku. Karena ada pepatah yang mengatakan "Jika kamu ingin mengetahui sifat asli dari temanmu, ajak lah dia bepergian jauh. Ya, bepergian jauh! Dan saya sudah membuktikan itu. 

10. ?

You May Also Like

0 komentar

Instagram