Catatan Seusai Tidur Panjang

by - November 09, 2015



Sabtu dan Minggu ini menjadi hari untuk tidur. Setidaknya untuk saya. Setelah hari sebelumnya kurang tidur, karena pekerjaan rumah; membaca buku, menulis, tapi lupa mencuci baju di hari-hari sebelumnya. Karena itu, malam ini (08/11), saya putuskan untuk jalan-jalan. Maksud saya, jalan kaki ke mana pun kaki saya mau.
       Pertama, kaki saya mengarah ke Kaujon melalui Brimob. Saya pikir, setidaknya bisa numpang makan di kantin yang berada di lingkungan Korps Brimob Polda Banten, D' Clinic. Yah, siapa tahu bertemu dengan abang tampan pembetot bass. Kalau bass saja bisa dibetot, bagaimana dengan hati saya, ya, kan? *diteke*
     Tapi, mbak yang berjaga di salah satu kios dengan konsep prasmanan di sana, mengatakan bahwa persediaan makan telah habis. Padahal, jarum jam di tangan kiri saya masih menunjuk angka 18:30 WIB.
      Alhasil, saya pun meneruskan langkah menuju Kaujon saja. Tidak mampir lagi, karena tempat mampir kedua Padepokan Kupi-nya Om Koelit Ketjil tutup. Tujuan saya ke Kaujon, tidak lain mampir ke Art Shop-nya Bang Hidayat HL, pelukis. Biasanya di sana pun ada para pelukis dan pegiat seni rupa lainnya. Salah satunya Om Indra--yang ingin saya temui malam ini.  Tapi rupanya Om Indra sedang ke luar kota, menurut Bang Dayat. Kebetulan di sana ada Om Iwo Art juga. Karena itu, saya akhirnya memutuskan lenyeh-lenyeh saja sembari ngobrol soal Sayembara Desain Gapura, yang menurut Bang Dayat baru didengarnya itu.
       Tidak hanya itu, saya pun menanyakan lukisan-lukisan yang ada di sana. Menurut Bang Dayat, harganya kisaran 1-puluhan juta. Misalnya saja, lukisan ini:


      3 lukisan yang rencananya akan ditempatkan dalam satu frame ini dihargai sekitar 15 jutaan. "Silakan dijualkan, Te," kata Bang Dayat. Kali ini, giliran saya yang tepuk jidat. Jual buku Penanggung Tiga Butir Lada Hitam-nya Niduparas Erlang saja yang harganya cuma Rp. 49.000, saya jungkir balik. Apalagi harus menjualkan lukisan yang baru saya pelajari garisnya saja. Betot hati aku sajalah, bang.
      Seperti kata Leonardo Da Vinci, “painting is poetry that is seen rather than felt, and poetry is painting that is felt rather than seen." Itu pula yang saya rasakan ketika berkunjung ke 69 Art Shop. Selalu seperti itu. Selain lukisan, Art Shop yang beralamat di Jl. Ki Uju, Kaujon, Serang itu juga menerima jasa pembuatan sketsa, frame, dan lain-lain. Silakan mampir ke sana, bila sempat. Harus sempat, sih, jika saya paksa. Muehehe.


Salam.

You May Also Like

1 komentar

Instagram