Malam Puisi Perempuan

by - June 22, 2013



Alhamdulillah, acara malam ini lancar, meski tidak terkendali (seperti biasa). Memang, agak aneh kalau acaranya sangat serius. Wong, acara serius pun bisa jadi tidak serius. Hehe..
Oke, kali ini saya hendak menjelaskan mengenai sebab dilaksanakan acara "Malam Puisi Perempuan" ini. Sebab pertama adalah pada Rabu, 11 Juni 2013 5 perempuan berkumpul dan bersepakat untuk bergabung dalam Komunitas Penulis Perempuan Indonesia (untuk wilayah Banten). Ini adalah langkah pertama setelah beberapa waktu lalu ajakan Komunitas Penulis Perempuan Indonesia yang bermarkas di Bandung kami ditangguhkan. Dan sebagai wujud apresiasi, Ketua Kubah Budaya, Wahyu Arya, meminta kami untuk mengadakan acara "Malam Puisi Perempuan" ini. Di lain pihak, 3 dari 5 perempuan yang hadir ketika itu puisinya tergabung dalam Antologi Puisi Perempuan 2 bahasa yang tengah digagas Kubah Budaya.
Bersiap
"Anggaplah 'Musim Untuk Laida' sebagai produk pertama Komunitas Penulis Perempuan Indonesia (regional Banten) yang diterbitkan Kubah Budaya," ucapnya ketika itu.
Akhirnya, asal tunjuk pun mulai. Ketua Pelaksana kegiatan, dan panitia acaranya. Tanggal 18 yang diajukan di awal mesti kami undur hingga 21 karena 'salah nunjuk', dan masalah teknis lainnya. Oke, tidak masalah. Ini hanyalah resiko kalau acaranya sangat mendadak.
Serenada
Adi Prasatyo, O'o, Na Lesmana
Dan jadilah malam ini; "Malam Puisi Perempuan" sebagai pralaunching Antologi Puisi "Musim Untuk Laida". Sayangnya, tidak semua penulis perempuan dalam antologi itu bisa hadir. Hanya ada Andria Rina, Linda Cahya Wibawa, Mauliedya Jasin, Lunar Nurmalam (yang menjadi pembaca sajak berbahasa Inggris), Tria Achiria, dan saya. Tapi, acara tetap meriah dengan bantuan beberapa pembaca puisi berjenis kelamin laki-laki. Sebut saja Herwan FR (kurator), Sulaiman Djaya, Wahyu Arya, Niduparas Erlang, Ikal Bahri, dan Husaini Bayusegara. Juga, sumbang suara dari undangan UKM Lisbu STIE Bina Bangsa. Lebih meriah lagi dengan musikalisasi puisi yang didendangkan Rock Mini, Serenada, Tanpa Nama, dan temannya Na Lesmana (saya lupa namanya, heu).
Pokoknya, acara malam ini lumayan sukses untuk semacam acara dadakan, dan unjuk diri KPPI (Banten), meski belum disahkan oleh KPPI pusat. Insyaallah, KPPI (Banten) akan segera mendeklarasikan diri.
Akhirnya, sebagai Ketua Panitia 'asal tunjuk' saya ucapkan terima kasih banyak kepada yang telah menyempatkan waktu datang ke "Malam Puisi Perempuan", baik tamu undangan; UKM Sapta Baja Unbaja, UKM Lisbu Bina Bangsa, teman-teman Belistra, teman-teman Hima Diksatrasia yang menjadi patner, teman-teman Kubah Budaya, teman-teman UKM Klasik Untirta yang rela meminjamkan sound, pun orang-orang yang sengaja duduk di selasar (baik yang sengaja nonton, maupun yang sedang menunggu seseorang). Terima kasih banyak.

Ketjup basah dari saya.

Galery






Lunar Nurmalam & Taufik Samantamuh
Fajarwati PD & Niduparas














You May Also Like

0 komentar

Instagram