Novel Remaja Yang Sangat 'Wikipedia'!

by - July 25, 2012


"Aduh! Novel apaan, sih ini?" Berkali-kali saya mengucapkan kalimat itu diikuti dengan menutup bukunya, bahkan menghempaskannya di meja.

Saat saya melihat novel itu terpajang di rak toko retail yang buka 24 di samping kampus, awalnya, saya mengira itu adalah salah satu novel terjemahan. Hal itu dikarenakan; pertama, nama penulisnya Kim Chonji, itu artinya dia orang Korea, setidaknya begitu, bukan? Kedua, latar, dan nama tokohnya sangat Korea, meski salah satu tokohnya diceritakan peranakan Indonesia-Korea. Dan karena saat itu saya sedang mencari novel terjemahan negeri gingseng itu, maka saya pun membelinya dengan suka cita.
Tapi ternyata.....
Saya salah!
Hal ini saya sadari ketika saya membuka keterangan dalam buku tersebut. Biasanya, kan, di sana tercantum; nama pengarang, penerjemah (bila novel itu terjemahan), editor, cover designer, layouter, nama penerbit, jumlah halaman, ukuran buku, cetakan ke-berapa, tahun cetak, ISBN, dan lainnya. Namun, saya tidak menemukan nama penerjemah di sana. Bahkan, ketika saya membuka halaman terakhir tempat biasa biografi pengarang berada, di sana pun saya tidak menemukannya!
Sial!
Saya pun membaca sinopsisnya kembali.
Novel ini berkisah tentang Han Geuk, seorang gadis penjaga toko sepatu loyal kepada pekerjaannya membuatnya selalu menjadi karyawan terbaik di Outlet Starseven. Namun, semua berubah saat seorang pemuda datang ke autler tempatnya bekerja.
Kisah menjadi makin rumit saat Pulau Jeju memberikan petualangan baru bagi Han Geuk yang ternyata memiliki rasa trauma pada hujan. Setiap kali hujan datang, Han Geuk akan jatuh pingsan bahkan nyaris merenggut nyawanya.
Akankah Han Geuk mampu mengatasi traumanya pada hujan yang sebagian orang justru mendatangkan kerinduan, kebahagiaan, dan kesejukan? Apa yang membuat Han Geuk trauma pada hujan? Siapa sebenarnya pemuda yang selalu hadir saat Han Geuk trauma pada hujan?
Akankah huan menyatukan cinta Han Geuk dengan pemuda itu?
"Hujan adalah tangisan penghuni surga"
Baiklah.
Saya pun mulai membaca bab pertama yang memiliki sub-judul Kesibukan di Akhir Tahun itu. Paragraf pertama membuat saya terkesan. Tapi, ketika memasuki paragraf kedua, kening saya mulai mengerut. Situs wikipedia mulai hilir mudik di kepala saya. Deskripsi mengenai daerah yang ia ceritakan itu benar-benar mirip seperti yang ditulis di wikipedia yang memang sering saya buka. Dan untuk membuktikannya, saya pun kemudian membuka web browser di laptop saya, dan langsung mengetik kalimat seperti yang tertera dalam novel itu. Benar saja, deskripsinya memang copy paste dari situs itu.
Tak hanya paragraf itu, di paragraf lain yang mendeskripsikan latar, saya pun menemukan kalimat persis seperti yang tertera di situs wikipedia. Jadilah kemudian saya mengambil simpulan bahwa penulis novel itu hanya meminjam nama orang Korea, namun bukan yang berdarah atau asli dari negeri gingseng itu.
Agak sakit hati saya ketika saya mengetahui hal itu.
Bagaimana bisa seorang penulis tidak menggunakan imajinasinya untuk merangkai deskripsi menarik perihal tempat yang belum pernah ia kunjungi, dan tidak hanya copy paste dari situs yang mengulas tentang tempat/negara itu? Bagaimana bisa itu terjadi? Mereka anggap pembaca itu apa? Orang bodoh yang membeli novel mereka? Duh! Saya pun tidak mengerti.

Ah, ya. Saya sempat mengirim e-mail ke penerbitnya, dan bertanya siapa sebenarnya yang berada di balik nama itu. Tapi, hingga saya menulis ini, saya tidak mendapat jawaban dari mereka.

You May Also Like

5 komentar

  1. wah, saya turut berduka cita...
    ini baru mencari referensi novel dan ternyata mampir di blog ini.. tulisan yang sangat bermanfaat...
    Sempet ngakak bacanya...
    terimakasih

    ReplyDelete
  2. cari ah dan mau ngemail pnrbitnya juga hihi

    ReplyDelete
  3. padahal sebenarnya klo diolah sedikit kalimatnya tentunya tak akan menimbulkan efek 'sakit hati' bagi pembaca ya... semoga saja yg model 'penulis wikipedia' gini tidak menjamur

    ReplyDelete
  4. waduh ngeri ya udah bikin novel tapi plagiat, apa gak di cek dulu gitu tulisannya sama editor / penerbit :(

    ReplyDelete
  5. duh... ada aja orang yang pengen bukunya laku, mesti kayak gini....

    ReplyDelete

Instagram