Just something

by - February 16, 2012


Kesal, dan sebal karena dimarahi sana-sini, dijegal sana-sini, dan marah pada diri sendiri karena membiarkan diri saya diperlakukan seperti itu oleh orang lain, padahal saya sudah berjanji tidak akan membiarkan orang lain menyakiti saya lagi, akhirnya... Saya tetap tidak bisa melakukan apapun, selain duduk lesu, dengan harapan tinggal seujung kuku. Dan saya kemudian membuat lagu... Aih, keren sepertinya?
Tentu saja tidak seperti itu, saya hanya menulis beberapa kata dan mengirimkannya pada seorang kawan. Bunyinya seperti ini:


(Reff)
I dont know, I dont know, I dont know what a right thing
I love you, I love you, I love you isn't a right thing to make our world peace...
(Kantin FIKIP, Februari 2012)


Hanya seperti itu, dan saya meminta kawan itu yang meneruskannya. Hmm... Yah, bagi saya itu adalah suatu cara untuk membuat pikiran saya tetap waras, dan memaklumi apa yang mereka lakukan pada saya. Bukankah kesejatian seorang manusia itu bisa dilihat dari seberapa maklumnya kita pada perbuatan orang lain yang menyakitkan kita?

You May Also Like

0 komentar

Instagram