IN TIME: Robin Hood Waktu

by - February 18, 2012


Time is money, rasanya kalimat itu pas sekali dengan film yang satu ini. Namun, dalam hal ini jelas ada perbedaan. In Time, atau judul sebelumnya adalah Now dan I'm.mortal ini jelas sekali menggambarkan tentang betapa 'berharganya' waktu. Berharga, karena selain untuk hidup, waktu juga untuk pengganti lembar kertas berharga yang dinamakan 'uang', cek, maupun lainnya. Selain itu juga, film ini berbicara tentang strata sosial antara si miskin dan si kaya. Andrew Niccol (Lord of War, 2005) benar-benar memasukkan sindirannya terhadap sosial, dan politik di dunia saat ini dalam metafor 'waktu' ini.
     Dengan mengambil latar tahun 2161, film yang digarap oleh sutradara Andrew Niccol (Lord of War, 2005) ini bercerita tentang perubahan genetik pada manusia. Pada saat itu, manusia menghentikan penuaan pada usia 25 tahun, dengan perpanjangan masa 1 tahun setelahnya. Jadi, tidak heran, jika anda menemukan ibu, kakek, nenek, sama muda dengan usia anaknya yang masih 20-an.
     Setelah waktu satu tahun habis dengan waktu yang ditunjukan di lengannya menunjuk angka nol (0), maka manusia itu meninggal dengan sendirinya. Untuk mencegahnya, manusia harus bekerja untuk menghasilkan perpanjangan waktu atau dengan menstransfer waktu dari manusia lain. Tak hanya itu, selain untuk memperpanjang usia mereka, waktu yang ada di tangan mereka itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. 
     Masyarakat dengan kelas sosial tinggi tinggal di kota-kota khusus yang disebut ‘Zona Waktu’. Sementara masyarakat miskin, tinggal di Ghetto of Dayton, di mana pemuda mendominasi, dan harus bekerja setiap hari untuk mendapatkan beberapa jam dalam hidupnya, serta untuk keperluan sehari-hari. Sementara di kota tempat orang kaya tinggal, New Greenwich, didominasi oleh orang-orang paruh baya dan lanjut usia. Mereka mengendarai mobil listrik dengan daya cepat, dan mewah, serta dapat hidup selama berabad-abad.
    Kisah dimulai dari terbangunnya Will Salas (Justin Timberlake), seorang pekerja yang berusia 28 tahun, dan tinggal bersama ibunya, Rachel (Olivia Wilde) di Ghetto, dan saat itu sedang berulang tahun yang ke-50.  Saat itu ia membuka film dengan menjelasan mengenai keadaan di film itu.

I don't have time. I don't have time to worry about how it happened. It is what it is. We're genetically engineered to stop aging at 25. The trouble is, we live only one more year. unless we can get more time. Time is now the currency. The rich can live forever. And the rest of us? I just want to wake up with more time on my hand, than hours in the day.(01:03-01:38)

    Dan pada suatu hari, Will menyelamatkan seorang milyuner dengan masa hidup yang masih tersisa lebih dari satu abad, Henry Hamilton (Matt Bomer), dari kejaran penjahat geng Fortis (Alex Pettyfer) yang berasal dari geng Minutemen yang berniat mencuri usia Hamilton. Sebagai rasa terima kasih, sekaligus karena merasa bahwa ia telah hidup dalam jangka waktu yang cukup, Henry memberikan seluruh sisa hidup yang ia miliki pada Will. Kematian Henry kemudian menjadi sensasi tersendiri bagi beberapa pihak keamanan yang percaya bahwa Will mencuri seluruh usia Henry dan menyebabkan kematiannya. Melawan, Will akhirnya berlari dari kejaran dari banyak pihak yang menginginkan kehidupan yang saat ini ia pegang.
   Ups, tentu saja ceritanya tidak sesederhana itu. In Time memiliki cara untuk memberi kejutan-kejutan pada kita. Dan seperti yang saya tulis di awal, film ini merujuk ke metafor strata sosial. Antara si miskin dan si kaya. Bagaimana si kaya berkuasa, dan bertindak tidak adil, bagaimana kerasnya hidup si miskin yang kesehariannya pas-pasan, juga bagaimana banyak orang lupa akan arti kemanusiaan. Dan saya  menemukan kemiripan dengan kisah rakyat Inggris, Robin Hood, dalam hal ini. Awalnya saya kira keliru, tapi kemudian, saya membuka review sebelumnya yang juga mengatakan hal yang sama. Saya lega, ternyata saya tidak keliru mengira demikian.
   Terlepas dari hal itu, tampilan visualnya bisa saya katakan keren. Tidak terlalu 'lebay' atau berlebihan.  Dialognya juga agak-agak, 'emh', ada pula yang membuat saya mengangkat alis, dan mengucap 'eh?' juga ada. Tapi lumayan sih, kalau kata teman yang menonton film ini bersama saya: "Penulis skenario selalu bisa saja membuat kalimat-kalimat bagus!" Ya, ya, Niccol memang lumayan dalam hal itu. Dan itu terjadi ketika saya mengucap 'emh'.
   Akting Justin Timberlake dalam memerankan tokoh Will pun terasa hidup, setelah pertama kali muncul di The  Social Network yang menjadikannya sebagai orang yang paling dibicarakan di Hollywood sana, lalu kemudian film komedinya Bad Teacher bersama Cameron Diaz, juga Friends with Benefits, aktingnya kali ini keren. Chemistry dengan pasangan mainnya Amanda Seyfried yang memerankan Sylvia juga terjalin dengan baik. Akting aktor dan aktris lainnya juga sangat baik.
    Dan dari 115 menit durasi film ini yang paling menarik perhatian saya, selain akting Timberlake (terus terang saya sempat menyukainya, haha), adalah tentang premisnya: mengganti uang dengan waktu. Itu yang kemudian membuat saya tergila-gila. Ide yang keren! Saya jadi berandai-andai, apa kalau uang diganti dengan waktu seperti itu, para koruptor itu masih ada? Tapi kemudian, hal itu hilang begitu saja setelah mengingat kembali kisah-kisah dalam film ini, dan berganti dengan; 'Ah, mereka pasti melakukannya juga. Apalagi 'waktu' sebegitu penting bagi kehidupan." Tapi setidaknya, saya bisa menarik simpulan bahwa Niccol selain ingin menembak kondisi sosial dan politik dunia saat ini, ia juga ingin menembak kita. Mungkin saja kita selama ini tidak terlalu peduli pada sesama, mungkin saja kita selama ini tidak terlalu menghargai waktu. Yah, semacam itulah... Eh? Kelihatan banget pengen cepet beresnya, ya? Haha... Ngantuk, dan mulai capek karena memutar filmnya lagi, dan lagi... Yang terakhir ini entah yang keberapa kali, setelah beberapa hari saya diamkan tulisan ini. Heuheu...

In Time (2011)

Directed by Andrew Niccol Produced by Marc Abraham, Eric Newman, Andrew Niccol Written by Andrew Niccol Starring Justin Timberlake, Amanda Seyfried, Cillian Murphy, Olivia Wilde, Alex Pettyfer, Vincent Kartheiser, Johnny Galecki, Matt Bomer, Christiann Castellanos, Rachel Roberts, Ethan Peck, Yaya DaCosta, Bella Heathcote, Toby Hemingway, Jessica Parker Kennedy, Collins Pennie, Christoph Sanders, Faye Kingslee Music by Craig Armstrong Cinematography Roger Deakins Editing by Zach Staenberg Studio Regency Enterprises/New Regency/Strike Entertainment Running time 115 minutes Country United States Language English

Source:

You May Also Like

0 komentar

Instagram